TPID DIY Klaim Stok Bapok di Kulon Progo Aman, Harga Tetap Terkendali Meski Ada Kenaikan
Pemantauan dilakukan guna memastikan keamanan stok hingga kestabilan harga bapok di Kulon Progo selama Ramadan 1447 Hijriah
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan terhadap ketersediaan hingga harga bahan pokok (bapok) di Kulon Progo.
Pemantauan dilakukan di Pasar Tradisional Sewugalur, Kapanewon Galur, Selasa (24/02/2026).
Kepala Biro Perekonomian, Sekretariat Daerah (Setda) DIY, Eling Priswanto, menjelaskan pemantauan dilakukan guna memastikan keamanan stok hingga kestabilan harga bapok selama Ramadan 1447 Hijriah.
"Hari ini menjadi pemantauan pertama yang kami lakukan dengan sasaran di Kulon Progo," kata Eling yang juga sebagai Koordinator TPID DIY.
Stok Bahan Pokok Aman
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, ia mengeklaim stok bapok di Kulon Progo masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Terutama selama Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri nanti.
Eling melihat terdapat komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah.
Meski begitu ia menilai kenaikannya masih dalam batas wajar.
"Beberapa komoditas harganya justru turun, seperti daging ayam dan cabai rawit merah yang harga sebelumnya sempat tinggi," ujarnya.
Baca juga: Dinperinkop-UKM Kulon Progo Dampingi Pelaku UMKM Dapatkan Sertifikat Halal Lewat Halal Warriors
Menurut Eling, fluktuasi harga cabai terutama sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca.
Sebab curah hujan yang sedang tinggi saat ini membuat hasil panen cabai turun dan berpengaruh pada kenaikan harga lantaran permintaannya juga tinggi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut berperan dalam mengendalikan harga bapok selama Ramadan hingga mendekati Idulfitri.
Salah satunya tidak melakukan panic buying atau membeli bapok dalam jumlah besar.
"Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying agar inflasi tetap terkendali," jelas Eling.
Berdasarkan pemantauan, harga bawang merah di Pasar Sewugalur naik dari harga Rp35 ribu jadi Rp37 ribu per kilogram (kg).
| Akan Ada 1 SPPG Khusus 3B, Dinkes Kulon Progo Minta Dilibatkan untuk MBG Kelompok Rentan |
|
|---|
| Disdikpora Kulon Progo Klaim Cakupan MBG Sudah Lebih dari 90 Persen, Dinkes: 14 SPPG Masih Urus SLHS |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Pilih Tunggu Putusan Hukum untuk Tentukan Nasib Operasional PT SAK |
|
|---|
| Buntut Tunggakan Gaji dan Pesangon Eks Pegawai PT SAK Belum Tuntas Dibayarkan |
|
|---|
| Komisioner KID DIY Nilai ASN Bisa Dilibatkan dalam Medsos Pemerintah, Asalkan Bukan 'Mobilisasi' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peninjauan-di-Pasar-Sewugalur-Kulon-Progo-2422026.jpg)