Sidang Aktivis BEM UNY Perdana Arie
Kebebasan Perdana Arie Dinilai Bisa Jadi Preseden Terhadap Keadilan dan Kebebasan Berekspresi
Kebebasan Perdana Arie dinilai menjadi preseden ataupun yurisprudensi bagi penanganan kasus kriminalisasi terhadap aktivis di Indonesia.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Vonis majelis hakim PN Sleman terhadap Perdana Aire dinilai menjadi preseden ataupun yurisprudensi bagi penanganan kasus kriminalisasi terhadap aktivis di Indonesia.
- Majelis Hakim sebagai pemeriksa kasus tahanan politik di seluruh Indonesia patut melihat dan menilai lebih jauh tentang kebebasan berekspresi
- Perdana Arie dinilai sebagai sosok anak muda turut bersolidaritas terhadap ketidakadilan yang akhirnya sekarang sudah bisa menghirup udara bebas.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Vonis terhadap aktivis BEM UNY, Perdana Arie Putra Veriasa, oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman dinilai menjadi preseden ataupun yurisprudensi bagi penanganan kasus kriminalisasi terhadap aktivis di Indonesia.
Putusan yang setara dengan masa tahanan ini diharapkan menjadi acuan hakim dalam memberikan keadilan bagi kebebasan berekspresi di masa depan.
Tim Penasehat Hukum Perdana Arie, M Rakha Ramadhan, mengatakan vonis majelis hakim PN Sleman ini bukan hanya kebebasan buat Perdana Arie, melainkan juga sebagai sebagai yurisprudensi kepada seluruh tahanan politik yang masih berjuang di seluruh Pengadilan di Indonesia, dalam konteks penghasutan.
Bentuk Ekspresi dan Kekecewaan Sipil
Menurut dia, Majelis Hakim sebagai pemeriksa kasus tahanan politik di seluruh Indonesia patut melihat dan menilai juga bahwa apa yang terjadi pada Agustus 2025 lalu adalah bentuk ekspresi dan kekecewaan masyarakat sipil.
"Bentuk protes dengan ragam manifestasi ekspresi yang sejatinya itu menjadi bagian motif yang harus dihargai oleh peradilan. Bahwa ini bukan karena niat jahat, tapi motifnya adalah motif politik kemanusiaan karena melihat adanya masyarakat sipil yang tewas tertabrak mobil polisi akhir Agustus lalu," kata Rakha, saat menjemput Perdana Arie bebas dari Lapas Cebongan, Selasa (24/2/2026).
Rakha pun mengucapkan selamat kepada Arie.
Baginya, Arie merupakan sosok anak muda turut bersolidaritas terhadap ketidakadilan yang akhirnya sekarang sudah bisa menghirup udara bebas.
"Sejatinya perbuatan yang dia lakukan bergerak bukan karena niat jahat. Tapi kata hatinya untuk memperjuangkan keadilan," ujarnya.
Bebas dari Penjara
Sebelumnya, Aktivis BEM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Perdana Arie, akhirnya menghirup udara bebas setelah resmi keluar dari Lapas kelas IIB Sleman, Selasa (24/2/2026) pagi.
Kebebasan Arie setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman memvonis hukuman penjara 5 bulan 3 hari.
Putusan ini sempat diwarnai drama jeda sehari, karena Hakim memerintahkan agar Arie segera dikeluarkan dari tahanan.
Namun karena ada perbedaan hitungan masa tahanan, terdakwa kasus dugaan pembakaran tenda polisi di Mapolda DIY inipun terpaksa harus mendekam satu hari lagi pascaputusan dibacakan.
Kebebasan Arie disambut tim advokat Bara Adil dan teman-teman seperjuangannya.
"Yang pasti lega. Bersyukur saya, bisa bebas. Apalagi saya juga rindu keluarga, teman-teman juga," kata Arie, yang keluar dari tahanan hanya mengenakan kaus oblong dan celana pendek.
Ia tidak membawa barang apapun.
Hanya lembaran kertas, sebagai syarat administrasi kebebasan dirinya.
Selama di penjara, ia mengaku perasaannya campur aduk, karena ruang geraknya terbatas dan tidak bisa mengikuti perkuliahan.
Arie menyampaikan terima kasih kepada semua teman-teman yang telah banyak memberikan dukungan selama menjalani proses persidangan.
"Saya tidak tahu membalas kebaikan ini dengan cara apa," katanya.
Baca juga: Perdana Arie Bebas dari Penjara, Ingin Lanjutkan Kuliah dan Tetap Suarakan Keadilan
Menolak Bungkam
Ke depan, Arie mengaku ingin tetap melanjutkan perkuliahan seperti semula.
Sebab, status akademik di kampus UNY atas peristiwa hukum ini tidak sampai membuat dirinya dikeluarkan.
Sepengetahuan dirinya, statusnya sedang cuti menginjak semester enam.
Ia berharap bisa diterima kembali di bangku perkuliahan.
Arie juga banyak bercerita pengalamannya dirinya di penjara.
Baginya, penjara tidak membuat dirinya gentar. Apalagi surut untuk bersuara lantang.
Ia mengikuti akan tetap turun ke jalan mengikuti aksi demontrasi demi menyuarakan ketidakadilan di negeri ini.
"Ke depan saya sudah ada rencana ya. ingin ngelanjutin kuliah, ngelanjutin perjuangan, apapun itu yang baik. Menyuarakan keadilan tetap berlanjut," ujarnya.
Sebagai informasi, Arie ditangkap polisi atas kasus dugaan pembakaran tenda polisi saat demontrasi yang berakhir rusuh pada 29 Agustus 2025.
Arie ditangkap di rumah neneknya pada 24 September 2025.
Di dalam persidangan terungkap bahwa motif Arie membakar tenda tanpa perencanaan.
Pembakaran tenda saat demontrasi merupakan aksi spontan sebagai bentuk protes dan massa solidaritas atas meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas rantis Brimob di Jakarta.
Motif ini juga diapresiasi Majelis Hakim PN Sleman yang memeriksa dan mengadili perkara ini.
Bahkan motif ini menjadi satu di antara pertimbangan Hakim yang meringankan bagi terdakwa Perdana Arie.
( tribunjogja.com/ rif )
| Ibu Perdana Arie Berharap Keputusan Sidang Etik Putranya Dipercepat |
|
|---|
| Bara Adil Minta UNY Tak Melihat Perdana Arie Sebagai Pelaku Kriminal |
|
|---|
| Perdana Arie Ceritakan Kesehariannya Selama di Penjara, Isi Waktu Luang dengan Baca Buku |
|
|---|
| Perdana Arie Bebas dari Penjara, Ingin Lanjutkan Kuliah dan Tetap Suarakan Keadilan |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Aktivis BEM UNY Perdana Arie Lega Bebas dari Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perdana-Arie-bebas-2422026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.