Takut Kehabisan, Warga Jogja Pilih Tukarkan Uang Baru Lebih Awal

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY membuka kas keliling di Masjid Syuhada, Kota Yogyakarta, Senin (23/2/2026).

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Warga Yogyakarta mengantre untuk menukarkan uang baru melalui layanan kas keliling Bank Indonesia di Masjid Syuhada, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (23/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • BI DIY membuka layanan penukaran uang baru di Masjid Syuhada dan beberapa lokasi lain pada 23–26 Februari 2026 untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.
  • Warga rela berebut slot melalui aplikasi PINTAR BI sejak awal periode karena khawatir kehabisan kuota, meskipun sempat terkendala akses situs yang lambat.
  • BI menyiapkan Rp4,99 triliun untuk wilayah DIY (naik 8,24 persen yoy). Selain kas keliling, 34 bank umum juga akan membuka layanan penukaran mulai 25 Februari 2026.
 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY membuka kas keliling di Masjid Syuhada, Kota Yogyakarta, Senin (23/2/2026).

Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa menukarkan uang baru untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026.

Hadirnya layanan kas keliling di Masjid Syuhada disambut antusias oleh masyarakat.

Salah satunya Dian (34), warga Bantul tersebut sengaja menukarkan uang baru lebih awal karena khawatir tidak bisa mendapatkan kuota penukaran uang.

"Kalau besok-besok takutnya kehabisan uang, makanya dari periode satu langsung coba cari-cari," katanya saat ditemui di Masjid Syuhada, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (23/2/2026).

Ia menyebut awalnya sempat terkendala saat mendaftar di aplikasi Pintar BI.

Namun, proses layanan kas keliling terbilang cepat, kurang dari 15 menit. Warga Bantul itu cukup menunjukkan bukti pendaftaran yang dikirim via email dan KTP.  

Alasannya memilih layanan kas keliling untuk menukar uang lantaran tidak ada biaya tambahan. 

"Kalau bisa dapat di sini (layanan kas keliling) mending di sini. Kalau di pinggir jalan itu takut uangnya palsu, jumlah uangnya kurang," ujarnya.

Ia menukarkan uang senilai Rp 5.300.000 dan mendapatkan pecahan Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, Rp10.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, Rp2.000 sebanyak 100 lembar, Rp1.000 sebanyak 100 lembar. 

Sementara itu, Rama Aziz (23) mengungkapkan tahun sebelumnya dirinya sempat kesulitan menukar uang baru, sehingga ia memutuskan untuk menukarkan uang lebih awal.

"Begitu dapat info  langsung nge-war sih untuk cari bukti pemesanannya. Karena tahun-tahun kemarin akhir  bulan uang habis. Jadi sekarang lebih cepat lebih baik," ungkapnya.

Ia menukarkan uang baru senilai Rp5.300.000. Rencananya uang baru tersebut akan dibagikan kepada keponakannya. 

Sama seperti Dian, ia juga sempat mengalami kendala saat mengakses alamat https://pintar.bi.go.id. 

"Webnya agak lemot aja sih, tapi  kalau di sini prosesnya cepat, mungkin sekitar 15 menit. Cuma menunjukkan bukti pemesanan, KTP, terus dapat nomor antrean, tadi dapat antrean 259," terangnya.

Baca juga: Berburu Rupiah Baru di Kauman, Ratusan Warga Rela Antre Sejak Pagi demi Lebaran

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved