Bank Indonesia Perkuat Ekosistem Rantai Industri Halal Melalui IKRA 

Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas produk, hingga fasilitasi akses pasar dan business matching

Tayang:
Tribun Jogja/Dok. KPw BI DIY
SELEKSI - Bank Indonesia melakukan seleksi calon anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia tahun 2026 di Hotel Marriott Yogyakarta beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia seleksi calon anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia tahun 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku usaha syariah sektor usaha halal food dan modest fashion dari seluruh Indonesia. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, mengatakan IKRA Indonesia merupakan salah satu program Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal.

"Program ini mendorong penguatan pelaku usaha syariah agar memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun global. IKRA Indonesia diproyeksikan untuk menjadi elemen penting dari rantai nilai produk halal nasional dan global yang mendukung Indonesia sebagai pusat industri halal dunia," katanya, Kamis (30/4/2027). 

Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas produk, hingga fasilitasi akses pasar dan business matching. 

Baca juga: Buntut Kasus Little Aresha, Sri Sultan HB X Instruksikan Perketat Perizinan dan Operasional Daycare

Para anggota terpilih juga berpeluang mengikuti berbagai event strategis nasional seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST), serta Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC).

Dibyo berharap pelaku usaha syariah yang tergabung dalam IKRA dapat meningkatkan produktivitas memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, memperkuat kolaborasi antar stakeholder melalui linkage antar pelaku usaha, dan meningkatkan value produk halalnya sehingga dapat mendukung penurunan Current Account Deficit (CAD) melalui substitusi impor dan peningkatan ekspor produk usaha syariah Indonesia.

"Kami berharap melalui program IKRA Indonesia semakin banyak pelaku usaha syariah unggulan yang mampu naik kelas, memperkuat ekosistem halal nasional, serta membawa produk Indonesia semakin dikenal di pasar dunia," imbuhnya. (*) 
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved