Ledakan Mercon di Bantul
Kasus Ledakan Mercon di Srigading Bantul, Polisi Periksa Lima Saksi dan Telusuri Sumber Bubuk Mesiu
Dua pelajar mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut, yakni FZA (19), warga Gadingsari, Kapanewon Sanden dan AAN (18), warga Srigading.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Lebih lanjut, Linangkung menyebut bahwa di lokasi kejadian tersebut tidak ada anak yang sering bermain mercon, apalagi merakit mercon.
Bahkan, dalam kejadian itu, bahan racikan mercon dibawa oleh teman AAN.
"Kemungkinan, anak-anak asli di situ relatif tidak begitu (tidak suka bermain mercon dan merakit mercon). Ya kemungkinan itu dari luar. Entah bahan dari mana, tapi ya mungkin teman-teman AAN yang bawa bahan ke lokasi kejadian," urainya.
Pengobatan Ditanggung Mandiri
Saat disinggung terkait respons masing-masing orangtua korban, Linangkung mengaku belum bertemu dikarenakan masing-masing orangtua dalam kejadian ledakan mercon syok.
"Tapi, kami sudah menelusuri orangtua dua korban ini termasuk orang mampu secara ekonomi. Melihat rumahnya kayaknya mereka orang mampu. Jadi biaya pengobatan mereka ditanggung pribadi, tidak lewat APBD. Apalagi itu merupakan korban sekaligus diduga pelaku," beber dia.
Linangkung memastikan bahwa biaya pengobatan seseorang yang diduga sebagai pelaku dalam pembuatan racikan mercon, tidak bisa ditanggung.
Dengan begitu biaya pengobatan AAN dan FZA ditanggung oleh masing-masing keluarga.
"Dan itu semua, termasuk kejadian ledakan mercon sudah kami sampaikan ke Asisten Pemerintahan Kabupaten Bantul. Pak Asek mengarahkan untuk kami pantau perkembangan kejadian itu," tandas dia.
Kronologi Peristiwa
Diberitakan sebelumnya, dua orang pelajar mengalami luka-luka dan satu bangunan rumah di RT 25, Ngunan Unan, rusak akibat terkena ledakan mercon pada Minggu (22/2/2026) pukul 05.25 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan, dua korban luka itu tak lain FZA (19), warga Gadingsari, Kapanewon Sanden, dan AAN (18), warga Srigading.
Ledakan mercon itu terjadi saat korban bersama-sama meracik mercon di rumah AAN.
"Awalnya, sekitar pukul 05.00 WIB, korban AAN dan rekan-rekannya berkumpul di rumah AAN. Kemudian, FZA datang membawa bubuk mesiu atau mercon seberat empat ons dan beberapa plastik warna transparan," katanya, kepada awak media.
Saat itu, FZA mengajak rekan-rekannya untuk membuat mercon. Namun, hanya korban AAN yang bersedia diajak membuat mercon.
Akhirnya, AAN dan FZA membuat mercon di teras rumah sebelah selatan yang berdekatan dengan kursi, sedangkan empat rekannya duduk di kursi sebelah timur.
Rekan-rekan korban, melihat AAN dan FZA membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik dan diisi dengan batu kecil atau kerikil.
Kemudian diikat dengan plester bening serta diletakkan di dekat AAN dan FZA.
"Rekan korban melihat korban telah selesai membuat satu mercon dan sedang membuat mercon yang kedua. Namun saat mercon kedua belum sempat ditali, terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela, serta lantai tempat ledakan menjadi retak," beber Rita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ledakan-Mercon-Lukai-Dua-Pelajar-dan-Hancurkan-Plafon-Rumah-Warga-Srigading.jpg)