Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Senin 20 April 2026: Teramati Guguran Lava dan Awan Panas Guguran

Gunung Merapi teramati mengalami 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Senin (20/4/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Teramati pula 10 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (20/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 1 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 53 mm dan lama gempa 174.84 detik.

Juga tercatat 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-13 mm dan lama gempa 56.01-187.42 detik.

Selain itu, ada 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-35 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.28-50.13 detik.

Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 5-14 mm, dan lama gempa 11.03-11.78 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Senin 20 April 2026: Cerah Berawan hingga Potensi Hujan Ringan

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 75 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 16.6-18.5°C. Kelembaban 83-91.5 persen. Tekanan udara 872.8-916.3 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved