Ledakan Mercon di Bantul

Kasus Ledakan Mercon di Srigading Bantul, Polisi Periksa Lima Saksi dan Telusuri Sumber Bubuk Mesiu

Dua pelajar mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut, yakni FZA (19), warga Gadingsari, Kapanewon Sanden dan AAN (18), warga Srigading. 

|
Dok Polres Bantul
LEDAKAN - Polisi saat melakukan pemeriksaan lokasi ledakan mercon di RT 25, Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Minggu (22/2/2026). 

"Kepada anak-anak, remaja, dan masyarakat agar tidak bermain mercon, karena bisa meledak kapan saja dan menyebabkan luka yang serius, bahkan kehilangan anggota tubuh. Jaga diri dan orang lain, jangan main mercon," pesan Rita.

Baca juga: Kesaksian Istri Dukuh Soal Ledakan Mercon, Korban Alami Luka Bakar Serius, Dirujuk ke Sardjito

Keterangan Panewu

Dikonfirmasi terpisah, Panewu Sanden, Linangkung Herawati, menyampaikan luka bakar yang dialami masing-masing korban tergolong parah atau dari 70 persen dan 80 persen.

Bahkan, mereka harus dirujuk ke RSUP Dr Sardjito untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kalau enggak salah, luka bakar yang lebih dari 80 persen itu dialami oleh FZA dan dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. Untuk AAN, kemarin informasinya enggak parah, tapi ternyata luka bakarnya lebih dari 70 persen dan dirujuk ke RSUP Dr Sardjito," papar dia.

Dikatakannya, begitu ledakan mercon terjadi ada salah satu dari korban yang sempat menolong korban satunya.

Namun, Linangkung mengaku belum bisa memastikan lebih lanjut. 

HANCUR : Teras rumah warga di RT 25, Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, rusak usai terkena ledakan mercon pada Minggu (22/2/2026).
HANCUR : Teras rumah warga di RT 25, Ngunan Unan, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, rusak usai terkena ledakan mercon pada Minggu (22/2/2026). (Dok Polres Bantul)

Pantau Lokasi Kejadian

Linangkung turut menyampaikan, saat kejadian dirinya tidak berada di sekitar lokasi.

Sebab pada saat bersamaan, dirinya sedang memantau kondisi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) bersama jajaran forum pemerintah tingkat kapanewon.

"Karena kami waspada dengan orang-orang yang mengisi waktu di sekitar JJLS setelah Salat Subuh. Tapi, pas di situ kaimi tidak dengar ada ledakan mercon, hanya kendaraan berlalu lalang," tuturnya. 

Tiba-tiba sekitar pukul 06.00 WIB, Kapolsek Sanden mendapat telepon dari personelnya bahwa ada ledakan mercon di Ngunan Unan.

Kabar itupun didengar oleh Lingkungan, sehingga bersama-sama bergegas menuju lokasi kejadian walau pijak anggota Polsek Sanden sudah tiba terlebih dahulu di lokasi kejadian. 

"Ketika kami sampai di lokasi, belum dikasih garis polisi jadi enggak berani mendekat. Terus kami tanya tetangga, ternyata memang di situ disinyalir ada perakitan mercon yang dilakukan oleh pemuda," ucap dia.

Linangkung pun menyebut bahwa ketika sudah sampai lokasi kejadian tidak melihat korban dikarenakan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Namun, ia melihat serpihan plafon di lokasi kejadian dan darah berceceran.

"Nah, untuk bubuk mesiu dari mana saya belum tahu. Itu masih ditelusuri sama kepolisian. Karena saking parahnya, korban enggak bisa diajak komunikasi. Kayaknya pendengaran mereka terganggu karena ledakan mercon itu," urainya.  

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved