Sidang Aktivis BEM UNY Perdana Arie
Kami Yakin, Perdana Arie Akan Dibebaskan
Selasar Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Cik Di Tiro, Yogyakarta dipenuhi aktivis dari UNY Bergerak, Forum Cik Di Tiro, Jogja Memanggil
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Kampus UII Cik Di Tiro, Yogyakarta dipenuhi aktivis dari UNY Bergerak, Forum Cik Di Tiro, Jogja Memanggil, dan Bara Adil, Minggu.
- Mereka menggelar aksi kolaborasi "Kami Kem-Arie Menjemput Arie" untuk menyuarakan kriminalisasi tahanan politik, khususnya Perdana Arie Putra Veriasa, yang Senin (23/2/2026) menghadapi sidang putusan.
- Beberapa tokoh hadir yakni, ayah Perdana Arie, Guru Besar UII, Masduki; Tim Advokasi Bara Adil, Atqo Darmawan; Wakanda DIY, dan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selasar Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Cik Di Tiro, Yogyakarta dipenuhi aktivis dari UNY Bergerak, Forum Cik Di Tiro, Jogja Memanggil, dan Bara Adil, Minggu (22/2/2026) sore.
Mereka menggelar aksi kolaborasi “Kami Kem-Arie Menjemput Arie”.
Aksi ini menyuarakan kriminalisasi tahanan politik, khususnya Perdana Arie Putra Veriasa, tahanan politik di DIY yang Senin (23/2/2026) menghadapi sidang putusan.
Ada beberapa tokoh yang dihadirkan antara lain, Ayah Perdana Arie, Thomas Oni Veriasa; Guru Besar UII, Masduki; Ibu Berisik, Gernata Titi; Tim Advokasi Bara Adil, Atqo Darmawan; Wadah Komunikasi Driver Aktif (Wakanda) DIY, Wuri Ramawati; serta Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Hadir pula tokoh nasional Busyro Muqoddas, mantan ketua KPK RI dan Ketua PP Muhammadiyah.
Protes tak digubris
Ayah Perdana Arie, Thomas Oni Veriasa mengatakan sejak penangkapan putranya pada September 2025 lalu, pihaknya sudah melakukan banyak protes.
Itu dilakuan mulai dari prosedur penangkapan yang tidak sesuai, penunjukkan pengacara sepihak oleh Polda DIY, hingga daftar barang bukti yang hingga kini belum dimunculkan.
Ia juga menceritakan soal upaya Restorative Justice dan penangguhan penahanan yang tidak digubris.
“Di awal-awal proses, saya melihat framing seperti dakwaan awal. Arie dianggap sebagai pemicu utama kejadian hari itu (kebakaran tenda di Mapolda DIY). Ini harus dilawan,” katanya.
“Di perjalanan banyak sekali godaan-godaan untuk penyelesaian damai di belakang. Kasus seperti ini yang diserang yang paling lemah, yaitu ibunya. Ibunya (Arie) dapat WA (WhatsApp) dapat telepon penyelesaian bawah tangan. Akhirnya kita putuskan untuk tetap melawan, kita selesaikan di persidangan saja,” sambungnya.
Optimistis Arie dibebaskan
Ia pun masih optimistis putusan majelis hakim untuk putranya sesuai harapan yaitu bebas dari segala tuduhan.
Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Tim Penasihat Hukum Perdana Arie dari Bara Adil, Atqo Darmawan.
Atqo menyebut saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mendukung dakwaan atau tuntutan.
Sebaliknya, saksi-saksi yang dihadirkan Bara Adil justru meringankan atau membebaskan Arie dari dakwaan JPU.
| Ibu Perdana Arie Berharap Keputusan Sidang Etik Putranya Dipercepat |
|
|---|
| Bara Adil Minta UNY Tak Melihat Perdana Arie Sebagai Pelaku Kriminal |
|
|---|
| Perdana Arie Ceritakan Kesehariannya Selama di Penjara, Isi Waktu Luang dengan Baca Buku |
|
|---|
| Kebebasan Perdana Arie Dinilai Bisa Jadi Preseden Terhadap Keadilan dan Kebebasan Berekspresi |
|
|---|
| Perdana Arie Bebas dari Penjara, Ingin Lanjutkan Kuliah dan Tetap Suarakan Keadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aksi-kolaborasi-munajat-tahanan-politik-bertajuk-Kami-Kem-Arie-Menjemput-Arie-untuk-Perdana-Arie.jpg)