Guyonan Wakil Bupati Kulon Progo soal Penghapusan Program 'Geblek Renteng'
Banyak catatan setelah pada setahun pertama masa kerja Bupati dan Wakil Bupati, Agung Setyawan dan Ambar Purwoko.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Joko Widiyarso
Salah satunya soal infrastruktur, yang mana masyarakat merasa belum terlihat upaya perbaikan terhadap jalan yang rusak di Kulon Progo. Ambar mengatakan perbaikan jalan sudah menjadi program prioritas.
"Kami upayakan paling tidak untuk Jalan Kabupaten di Kulon Progo tidak berlubang ke depan," katanya dihubungi pada Jumat (20/02/2026).
Ambar tak menampik bahwa banyak ruas jalan di Kulon Progo yang rusak dan tidak tersentuh perbaikan selama belasan bahkan puluhan tahun.
Ia menyatakan perbaikan infrastruktur seperti jalan jadi fokus kerja di tahun 2027 hingga 2029.
Jawaban soal Geblek Renteng
Ia turut menjawab kritikan soal perubahan identitas daerah Kulon Progo, dari Geblek Renteng menjadi Binangun Kertaharja.
Perubahannya dilakukan pada motif batik hingga ornamen di bangunan pemerintah.
Menurutnya, perubahan itu dilakukan demi mengembalikan identitas Kulon Progo yang sesungguhnya, yaitu Gunungan Binangun. Selaras dengan lima Gunungan yang mewakili setiap kabupaten/kota di DIY.
"Kami hanya ingin mengembalikan sejarah dan budaya yang ada di Kulon Progo, dan juga Geblek itu kan digoreng, bukan direnteng," kata Ambar sembari sedikit berkelakar.
Ia pun merasa komunikasi dirinya dan Bupati sebagai eksekutif dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai legislatif sudah berjalan baik.
Klaim itu didasarkan pada proses penyusunan sejumlah peraturan daerah (perda).
Ambar pun memastikan bahwa pihaknya akan lebih terbuka dalam membahas perencanaan keuangan daerah.
Salah satunya rencana untuk lebih banyak memfokuskan anggaran untuk infrastruktur mulai tahun depan.
"Kami pastikan eksekutif dan legislatif bersama-sama bekerja untuk masyarakat Kulon Progo yang lebih sejahtera, maju dan bahagia," ujarnya.
Terlepas dari berbagai kritik tersebut, Ambar menilai kinerjanya selama setahun pertama bersama Agung Setyawan sebagai Bupati sudah berjalan baik, seperti pemenuhan target terkait peningkatan akses layanan ke masyarakat.
Ia mengklaim bahwa saat ini warga Kulon Progo mendapatkan lebih banyak kemudahan dalam mengurus berbagai dokumen administrasi dan kependudukan yang penting. Perizinan pun saat ini dinilai lebih mudah, tanpa biaya, dan terbuka.
| Meraba Celah Kecurangan Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama |
|
|---|
| Kisah Jemaah Haji Termuda Kulon Progo, Berangkat Gantikan Almarhum Ayah |
|
|---|
| Beli Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali, Pedagang BBM Eceran Ditangkap Polisi Magelang Kota |
|
|---|
| Muhammad Suryo Bangun Masjid di Temon Kulon Progo untuk Kenang Mendiang Istri |
|
|---|
| Sekda DIY Pastikan Kesiapan Matang Embarkasi YIA, Janjikan Pelayanan Prima bagi Jemaah Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Pengalaman-Bupati-Kulon-Progo-Agung-Setyawan-selama-Mengikuti-Retret-di-Magelang.jpg)