Kisah Jemaah Haji Termuda Kulon Progo, Berangkat Gantikan Almarhum Ayah

Abdul menuturkan bahwa ia menjadi jemaah untuk menggantikan ayahnya, Bayu Umboro yang mangkat pada 2023 silam.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
CALON HAJI: Artin Wahyuningjati akan berangkat bersama putranya Abdul Rohim Khoirudin Arbani, yang menggantikan ayah sebagai jemaah haji. Ibu dan anak itu telah menghadiri acara Pamitan Jemaah Haji di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo, Jumat (17/04/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Acara Pamitan Jemaah Haji di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo pada Jumat (17/04/2026) jadi momen yang istimewa bagi 384 jemaah. Sebab untuk pertama kalinya mereka akan menginjak Tanah Suci Makkah, Arab Saudi untuk menjalani Ibadah Haji 1447 Hijriah (H).

Termasuk bagi Abdul Rohim Khoirudin Arbani yang baru berumur 19 tahun. Pemuda asal Kapanewon Wates ini adalah jemaah haji termuda asal Kulon Progo.

Gantikan alm ayah

Saat ditemui, Abdul menuturkan bahwa ia menjadi jemaah untuk menggantikan ayahnya, Bayu Umboro yang mangkat pada 2023 silam. Almarhum wafat akibat sakit jantung yang dideritanya.

"Saya waktu itu diminta untuk menggantikan ayah sebagai jemaah haji," katanya ditemui usai acara Pamitan di Aula Adikarta.

Tawaran untuk menggantikan ayahnya datang dari kakeknya. Tawaran awalnya diberikan pada kakak pertama, namun menolak, hingga akhirnya tawaran diberikan ke Abdul.

Abdul sendiri awalnya ragu dengan tawaran tersebut, namun setelah dibujuk ia akhirnya bersedia. Meskipun ia tetap menyimpan kekhawatiran saat pelaksanaan Ibadah Haji nanti.

"Ya ada ketakutan tersendiri, terutama dengan kondisi cuaca di sana nanti," kata pemuda yang merupakan anak kedua dari 3 bersaudara ini.

Abdul mengungkapkan bahwa ayahnya dulu merupakan pedagang pakaian di dekat Masjid Agung Wates. Adapun ia akan berangkat Haji bersama ibunya, Artin Wahyuningjati.

Siap fisik dan mental

Meski ada rasa khawatir, ia mengaku sudah melakukan berbagai persiapan. Terutama untuk fisik dan mentalnya agar bisa menjalani Ibadah Haji dengan lancar di Tanah Suci.

"Yang jelas persiapannya olahraga rutin sama persiapan mental juga," ujar Abdul.

Artin, ibu dari Abdul menuturkan bahwa ia bersama suami mendaftar Haji pada 2012 silam. Keduanya pun sudah menabung demi bisa memenuhi salah satu kewajiban sebagai umat Muslim.

Namun takdir berkata lain, Bayu suaminya dipanggil Yang Mahakuasa pada 2023 silam. Abdul pun akhirnya ditunjuk untuk menggantikan Bayu.

Artin mengungkapkan bahwa putra keduanya itu sempat panik dan mengalami kecemasan karena kurang percaya diri dengan tawaran itu. Artin bahkan sempat berkonsultasi dengan psikolog terkait kondisi putranya.

"Psikolog menyatakan bahwa kecemasan anak saya masih normal dan tetap bisa berangkat Haji," katanya.

Artin pun bersyukur karena ia tidak seorang diri untuk membujuk Abdul agar mau menggantikan ayahnya. Ia dibantu oleh orang-orang terdekat hingga akhirnya Abdul bersedia.

Ia bersama putranya akan bergabung dalam Kloter 1 YIA, menjadi yang pertama berangkat dari Embarkasi Haji DIY. Mereka dijadwalkan berangkat pada 21 April mendatang.

"Semoga perjalanan selama Ibadah Haji lancar dan kami bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat," ujar Artin.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved