Human Interest Story
Cerita Santri Darul Ashom di Godean Sleman, Mengejar Cita-cita Jadi Pengajar Agama bagi Tunarungu
Pondok Pesantren Darul Ashom, pondok pesantren tunarungu pertama di Indonesia yang berlokasi di Sidomoyo, Godean, Sleman
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Setelah mengajar agama dari komunitas ke komunitas, akhirnya ia mendirikan Pondok Pesantren Darul Ashom di Yogyakarta.
Awalnya, ia hanya menerima dua santri, kemudian semakin lama semakin bertambah, dan kini menjadi 180 santri dan santriwati.
Kini pondok pesantren yang ia besarkan menjadi pusat pembelajaran, bahkan dari luar negeri.
Warga dari Amerika Serikat, Bangladesh, Kazakhstan, Jerman, hingga Belanda ingin datang untuk melihat para santri.
Dalam pondok pesantren, para santri memang dibekali banyak hal, mulai dari pertanian, otomotif, dan lain-lain.
Namun, yang ditekankan di pondok pesantren adalah para santri memiliki kemampuan menjadi pengajar.
“Lulus dari sini harus jadi pengajar Alquran, pengajar agama. Karena di luar sana belum ada hafiz Alquran dari tunarungu, belum ada ustaz dari tunarungu, belum ada pengajar agama tunarungu. Mari kalian (santri) harus menyelamatkan dunia pendidikan di tunarungu. Jadi keterampilan pertama yang harus dipunyai setelah dari sini adalah jiwa mengajar,” pungkasnya.
( tribunjogja.com/ maw )
| Kisah Azizah, Bocah 6,5 Tahun di Kota Yogyakarta Cari Rongsok hingga Rawat Ayah Sakit |
|
|---|
| Kisah Mbah Kibar, Seniman Asli Bantul yang Berjuang Tebus Tanah Leluhur Lewat Goresan Kanvas |
|
|---|
| Kisah Santri Yaketunis Yogyakarta Menjemput Cahaya Alquran Lewat Titik-titik Braille |
|
|---|
| Kisah Aji Ramadan, Driver Ojol yang Lulus Cumlaude Sarjana Hukum UGM |
|
|---|
| Kisah Ryaas Amin, Mahasiswa UGM Biayai Kuliah Sendiri Sambil Jadi Driver Ojol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Santri-di-Ponpes-Darul-Ashom-membaca-Alquran-dengan-bahasa-isyarat.jpg)