Human Interest Story

Cerita Santri Darul Ashom di Godean Sleman, Mengejar Cita-cita Jadi Pengajar Agama bagi Tunarungu 

Pondok Pesantren Darul Ashom, pondok pesantren tunarungu pertama di Indonesia yang berlokasi di Sidomoyo, Godean, Sleman

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
BACA ALQURAN - Santri di Pondok Pesantren Darul Ashom membaca Alquran dengan bahasa isyarat Hijaiyah, Jumat (20/2/2026). 

Setelah mengajar agama dari komunitas ke komunitas, akhirnya ia mendirikan Pondok Pesantren Darul Ashom di Yogyakarta.

Awalnya, ia hanya menerima dua santri, kemudian semakin lama semakin bertambah, dan kini menjadi 180 santri dan santriwati.

MENGAJI - Para santri di Pondok Pesantren Darul Ashom membaca Alquran dengan bahasa isyarat hijaiyah, Jumat (20/2/2026).
MENGAJI - Para santri di Pondok Pesantren Darul Ashom membaca Alquran dengan bahasa isyarat hijaiyah, Jumat (20/2/2026). (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Kini pondok pesantren yang ia besarkan menjadi pusat pembelajaran, bahkan dari luar negeri.

Warga dari Amerika Serikat, Bangladesh, Kazakhstan, Jerman, hingga Belanda ingin datang untuk melihat para santri.

Dalam pondok pesantren, para santri memang dibekali banyak hal, mulai dari pertanian, otomotif, dan lain-lain.

Namun, yang ditekankan di pondok pesantren adalah para santri memiliki kemampuan menjadi pengajar. 

“Lulus dari sini harus jadi pengajar Alquran, pengajar agama. Karena di luar sana belum ada hafiz Alquran dari tunarungu, belum ada ustaz dari tunarungu, belum ada pengajar agama tunarungu. Mari kalian (santri) harus menyelamatkan dunia pendidikan di tunarungu. Jadi keterampilan pertama yang harus dipunyai setelah dari sini adalah jiwa mengajar,” pungkasnya.

( tribunjogja.com/ maw )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved