Stafsus Menkop Sebut Ketersediaan Lahan Jadi Kendala Pembangunan Gerai KDMP

Salah satu hambatan dalam pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah ketersediaan lahan.

Tribun Jogja
Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Ambar Pertiwiningrum. 

Ringkasan Berita:
  • Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Ambar Pertiwiningrum, mengungkapkan salah satu hambatan dalam pelaksanaan pembangunan KDMP adalah ketersediaan lahan.
  • Jumlah gerai KDMP di Bantul termasuk banyak, jumlahnya 10, dalam tahap pembangunan
  • Gerai-gerai yang dibangun saat ini akan menjadi aset desa, sehingga lurah menjadi ex officio pengawas di dalam kepengurusan koperasi.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah RI menargetkan sekitar 30 ribu bangunan gerai koperasi desa merah putih (KDMP) dapat selesai dibangun dan beroperasi sekitar April 2026. Namun, sejauh ini, baru tercatat sekitar seribuan gerai KDMP yang siap beroperasi.

Keterbatasan lahan

Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Ambar Pertiwiningrum, mengungkapkan bahwa salah satu hambatan dalam pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah ketersediaan lahan.

"Jadi, lahan ideal yang sudah sesuai itu sekitar 1.000 meter dengan luas bangunan 20x30 meter," katanya, dalam sambutan peluncuran aplikasi Satriya di Gedung Induk Kantor Bupati Bantul, Kamis (19/2/2026).

Kendati begitu, berdasarkan hasil pendataannya, Ambar menilai bahwa Kabupaten Bantul menjadi salah satu lokasi terbanyak yang sudah menyediakan lahan untuk bangunan gerai KDMP. 

10 gerai di Bantul

"Kabupaten Bantul termasuk yang banyak, jumlahnya 10 (lahan yang disiapkan untuk gerai KDMP). Kemudian, Kabupaten Kulon Progo 10, Kabupaten Gunungkidul 10, dan Kabupaten Sleman lima," ucap dia.

Di sisi lain, ia menyebut bahwa secara total KDMP di Indonesia ada sekitar 80 ribu. Maka dari itu, dalam setiap pembangunan gerai KDMP harus dilakukan dengan kehati-hatian karena juga menyangkut status lahan yang akan digunakan. 

Lebih lanjut, ia berharap bahwa jumlah lahan yang tersedia untuk gerai KDMP itu dapat bertambah sesuai dengan jumlah KDMP yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Akan tetapi, nantinya gerai KDMP yang sudah terbangun diharapkan dapat beroperasi dengan maksimal.

"Ini akan ada operasionalnya, termasuk gerai-gerai tadi dapat terisi, ada sembako, pupuk, gas elpiji, apotek, klinik, logistik, pergudangan, cold storage juga. Harapannya ini nanti bisa segera dioperasionalkan," jelasnya.

Artinya, untuk KDMP lain yang belum terbangun gerainya akan ada regulasi-regulasi terkait operasional KDMP. Sebab, seluruh KDMP di Tanah Air yang berjumlah 80 ribu itu diharapkan oleh Presiden Prabowo tetap memiliki gerai.

"Namun, tentu saja itu akan berbeda dengan misalnya clear and clean ideal tadi dengan yang belum sesuai pasti akan ada regulasi," ujar Ambar.

Gerai jadi aset desa

Terlepas dari itu, pihaknya berharap bahwa masing-masing pamong desa/kalurahan dengan pemerintah setempat harus terus menjalin komunikasi. Pasalnya, gerai-gerai yang dibangun saat ini akan menjadi aset desa, sehingga lurah menjadi ex officio pengawas di dalam kepengurusan koperasi.

Menurutnya, KDMP menjadi unit bisnis yang mempunyai profit. Dengan begitu, koperasi ini tidak sekadar berdiri atau menjadi lembaga yang entah bagaimana menumbuhkan kepercayaan masyarakat, namun dapat melibatkan sejumlah stakeholder termasuk aparatur sipil negara bisa menjadi anggota KDMP.

Ketua Satgas Percepatan KDMP Kabupaten Bantul sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Bantul, Fenty Yusdayati, menyebut, 10 KDMP masih dalam tahap pembangunan gerai. Untuk pembangunan gerai yang mendekati final ada di Kalurahan Wukirsari dan Kalurahan Tirtonirmolo.

"Itu sudah bagus, sudah hampir selesai, dan insyaallah akhir bulan ini rampung. Dan ada juga yang di Kalurahan Pleret, Kalurahan Trimurti, juga. Jadi sudah ada beberapa yang saya cek progres pembangunannya," kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved