Setahun Kepemimpinan Halim-Aris: Jalan Halus, Bebas PBB, tapi Banyak Gedung Sekolah Mulai Rusak
Setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Bantul, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta, telah memberikan beberapa kerja nyata
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta telah memberikan beberapa kerja nyata yang dirasakan warga Bumi Projotamansari.
- Pasangan ini langsung menggelontorkan sejumlah program kerja yang terangkum dalam visi misi Pemkab Bantul 2025-2029 setelah dilantik.
- Sejumlah program kerja yang digarap meliputi pengembangan infrastruktur, pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), seragam sekolah gratis.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Bantul, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta, telah memberikan beberapa kerja nyata yang dirasakan oleh warga Bumi Projotamansari.
Setelah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/2/2025), pasangan ini langsung menggelontorkan sejumlah program kerja yang terangkum dalam visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul 2025-2029.
Adapun beberapa program kerja yang digarap tersebut meliputi pengembangan infrastruktur, pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), pengadaan seragam sekolah gratis, dan lain sebagainya.
Jalan lebih halus
Wijayanti (45), warga Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, cukup merasakan hasil kerja nyata dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati Halim-Aris.
Hal yang paling dirasakan adalah pengembangan infrastruktur jalan utama di Jalan Bantul sampai simpang tiga Cepit.
"Di jalan utama itu sekarang lebih lebar, halus, dan lebih indah karena ada taman dan lampu penerangan. Saya senang karena Pak Bupati melanjutkan program pelebaran jalan sebelumnya yang dilakukan oleh almarhum Bupati Suharsono," katanya, kepada Tribunjogja.com, Kamis (19/2/2026).
Kendati begitu, pihaknya berharap bahwa Pemkab Bantul juga dapat memperhatikan kondisi jalan-jalan non protokol.
Menurutnya, Pemkab Bantul harus lebih bisa lebih memperhatikan jalan tersebut karena masih banyak yang ditemukan berlubang dan rusak.
"Jalan non protokol itu salah satunya ada di Jalan Srandakan-Pandak. Di sana masih banyak jalan berlubang juga jalan bergelombang. Saya harap itu segera ditangani karena akses lalu lintas sana cukup padat kendaraan," ucap dia.
PBB LP2B gratis
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Bantul, Paidi, mengaku, banyak masyarakat yang menyampaikan rasa senang terhadap adanya pembebasan PBB LP2B yang digagas oleh pasangan Halim-Aris sesuai janji-janji kampanye sebelumnya.
"Program pembebasan PBB LP2B kan sudah mulai dilakukan to pada tahun ini. Nah, banyak masyarakat yang menyampaikan ucapan terima kasih dan perasaan yang senang, apalagi para petani di Dapil 4 (Kapanewon Bambanglipuro, Kretek, Jetis, dan Pundong)," jelasnya.
Sebagai bagian partai pendukung pasangan Halim-Aris, Paidi menyampaikan, wilayah Dapilnya cukup banyak lahan hijau atau lahan pertanian.
Dengan pembebasan PBB LP2B itu, maka pengeluaran petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian menjadi lebih ringan, sehingga meringankan beban petani.
| Update Kecelakaan Maut Jalan Yogyakarta-Wates: Korban Meninggal Bertambah Menjadi 4 Orang |
|
|---|
| Kronologi Laka Maut Dua Pengendara Scoopy Lawan Arus Jalan Yogya–Wates |
|
|---|
| Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Lalu Lintas di Timur JEC |
|
|---|
| DLH Bantul Siap Evakuasi Sampah Kiriman di Aliran Sungai Winongo |
|
|---|
| Razia Miras di Kretek, Ratusan Botol Berbagai Merek Berhasil Disita Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kondisi-Jalan-Bantul-simpang-tiga-Cepit-pada-Kamis-1922026-terlihat-mulus.jpg)