Laporan Dampak Cuaca Ekstrem di Wilayah DIY, Berikut Rincian Data BPBD
Bencana hidrometeorologi di DIY ini menyebabkan kerusakan puluhan infrastruktur, memicu jatuhnya empat korban luka ringan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Peristiwa itu merusak satu unit rumah dan fasilitas pemerintah, yakni Bandiklat Gunung Sempu.
Potensi Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMGK) merilis analisis prospek cuaca harian mengenai potensi curah hujan ringan, sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah DIY pada 17-19 Februari 2026 mendatang.
Dalam laporan tersebut, sebagian besar wilayah DIY, khususnya Sleman, berpotensi dilanda cuaca ekstrem dalam kurun tiga hari ke depan.
Diketahui, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG DIY memprediksi prospek cuaca di wilayah DIY selama tiga hari ke depan, 17-19 Februari 2026.
- 17 Februari 2026: Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian Utara dan Selatan, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, dan Bantul bagian Selatan. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
- 18 Februari 2026: Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman Bagian Utara, Bantul bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
- 19 Februari 2026: Potensi hujan Ringan - Sedang terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang DIY: 59 Titik Terdampak, Empat Warga Terluka dan Belasan Jiwa Mengungsi
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, S.Si., M.Kom dalam keterangannya menjelaskan, prospek cuaca harian ini dipengaruhi oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa yang terpantau relatif hangat yakni 26 - 30 C, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara 0.0 s/d -0.5 C.
Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.
Selain itu, adanya daerah pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang dari Sumatra bagian Selatan hingga Jawa bagian barat, menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Pulau Jawa.
Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY.
Sementara, profil vertikal kelembapan udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 km (paras 850 - 700 mb) sebesar 68 - 97 persen.
"Sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," terang dia.
(*/tribunjogja.com/han/rif)
| Antisipasi Cuaca Ekstrem Pancaroba, BPBD DIY Ajukan Perpanjangan Siaga Darurat hingga 15 Mei |
|
|---|
| BMKG DIY Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Pagi Ini, Berikut Daftar Wilayahnya |
|
|---|
| Angin Kencang Melanda Sleman, 21 Rumah di 3 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Seluruh Wilayah DIY Hari Ini |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Rabu 29 April 2026, Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah DIY, Waspada Cuaca Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rumah-rusak-akibat-longsor-di-Gayam-Kulon-Progo.jpg)