Cuaca Ekstrem Terjang DIY: 59 Titik Terdampak, Empat Warga Terluka dan Belasan Jiwa Mengungsi

Cuaca ekstrem di DIY memberikan dampak yang cukup masif pada berbagai sektor, mulai dari permukiman warga, akses jalan, hingga fasilitas umum

Tribun Jogja/istimewa
LONGSOR - Rumah milik warga rusak setelah tebing setinggi sekitar 15 meter longsor akibat hujan deras berdurasi lama di Gayam, RT 41 RW 14, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Senin (16/2/2026) malam. Longsoran menghantam dinding dan atap rumah permanen. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga angin kencang melanda hampir seluruh wilayah DIY pada Senin (16/2/2026)
  • Bencana hidrometeorologi menyebabkan kerusakan puluhan infrastruktur, memicu jatuhnya empat korban luka ringan, dan memaksa belasan warga lainnya mengungsi ke tempat aman. 
  • Kabupaten Sleman dan Kulon Progo menjadi dua wilayah yang mencatatkan titik kejadian terbanyak.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang memicu rentetan tanah longsor melanda hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu malam hingga Senin (16/2/2026).

Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan kerusakan puluhan infrastruktur, memicu jatuhnya empat korban luka ringan, dan memaksa belasan warga lainnya mengungsi ke tempat aman. 

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY yang dimutakhirkan hingga Senin (16/2/2026) pukul 24.00 WIB, dampak kerusakan tersebar secara merata di lima kabupaten/kota di DIY, dengan Kabupaten Sleman dan Kulon Progo mencatatkan titik kejadian terbanyak.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, menyatakan bahwa cuaca ekstrem ini memberikan dampak yang cukup masif pada berbagai sektor, mulai dari permukiman warga, akses jalan, hingga fasilitas umum dan pemerintahan. 

"Hujan dengan intesitas sedang hingga Lebat pada Hari Minggu malam, 15 Februari 2026 – Senin, 16 Februari 2026, terjadi hampir merata di seluruh wilayah Daearah Istimewa Yogyakarta. Berdasakan pantauan yang kami dapatkan di Pusdalops se-DIY, bahwa Kejadian cuaca ekstrim dan tanah longsor menyebabkan beberapa dampak sebagai berikut," ujar Agustinus menyampaikan laporan resmi Pusdalops PB BPBD DIY. 

Baca juga: Potensi Cuaca Ektrem: Sleman Utara dan Kulon Progo Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

25 Lokasi di Sleman

Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah titik kejadian terbanyak, yakni mencapai 25 lokasi yang tersebar di tujuh kapanewon.

Yakni meliputi kapanewon Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan dan Gamping. 

Rentetan kejadian di wilayah ini mengakibatkan kerusakan pada delapan unit rumah warga, dua titik fasilitas pemerintah, dan satu lokasi pondok pesantren. 

Selain itu, cuaca ekstrem juga menumbangkan 12 titik pohon, merusak satu unit kandang ternak, memutus dua titik akses jalan, serta mengganggu masing-masing satu titik jaringan listrik, jaringan internet, papan reklame, dan papan penunjuk jalan.

BENCANA: Pohon tumbang menimpa rumah akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman Senin (16/2/2026). Petugas berjibaku melakukan penanganan darurat dan melakukan asesmen dampak kejadian.
BENCANA: Pohon tumbang menimpa rumah akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman Senin (16/2/2026). Petugas berjibaku melakukan penanganan darurat dan melakukan asesmen dampak kejadian. (Istimewa//BPBD Sleman)

19 Titik di Kulon Progo

Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo, cuaca ekstrem dan tanah longsor melanda 19 titik yang berada di delapan kapanewon.

Yaitu Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan dan Sentolo.

Bencana di kawasan ini sangat berdampak pada mobilitas warga dengan tertutupnya 11 titik akses jalan. 

Kerusakan lainnya mencakup delapan unit rumah, satu titik pohon tumbang, satu titik jaringan listrik, satu titik jaringan internet, serta kerusakan pada satu titik saluran irigasi.

Tujuh Lokasi di Kota Yogyakarta

Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah perkotaan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved