Cuaca Ekstrem Terjang DIY: 59 Titik Terdampak, Empat Warga Terluka dan Belasan Jiwa Mengungsi

Cuaca ekstrem di DIY memberikan dampak yang cukup masif pada berbagai sektor, mulai dari permukiman warga, akses jalan, hingga fasilitas umum

Tribun Jogja/istimewa
LONGSOR - Rumah milik warga rusak setelah tebing setinggi sekitar 15 meter longsor akibat hujan deras berdurasi lama di Gayam, RT 41 RW 14, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Senin (16/2/2026) malam. Longsoran menghantam dinding dan atap rumah permanen. 

Di Kota Yogyakarta, kejadian melanda tujuh lokasi di empat kemantren, yakni Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, dan Mergangsan. 

Bencana di wilayah padat penduduk ini menyebabkan empat orang mengalami luka ringan dan 16 jiwa terpaksa mengungsi.

Kerusakan material meliputi empat unit rumah, satu unit Kantor Kelurahan Wirogunan, satu unit mobil, tumbangnya satu titik rumpun bambu, serta gangguan pada satu titik aliran sungai.

Tujuh Titik di Gunungkidul

Di Kabupaten Gunungkidul, tanah longsor dan cuaca ekstrem menerjang tujuh lokasi di enam kapanewon, yaitu Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, dan Panggang.

Estimasi kerugian di wilayah ini ditaksir mencapai Rp21.000.000. 

Kerugian tersebut diakibatkan oleh kerusakan pada delapan unit rumah, ancaman terhadap dua unit rumah lainnya, tertutupnya empat titik akses jalan, dan tiga titik pohon tumbang.

Infrastruktur lain yang terdampak meliputi dua titik talud yang ambrol atau longsor, dua titik jaringan listrik, dua titik jaringan internet, dua titik aliran sungai, satu jembatan, satu kamar mandi, serta satu unit kandang. 

Tanah Longsor di Bantul

Adapun di Kabupaten Bantul, tanah longsor dilaporkan terjadi di satu lokasi di Kapanewon Kasihan.

Peristiwa itu merusak satu unit rumah dan fasilitas pemerintah, yakni Bandiklat Gunung Sempu.

Upaya Penanganan Lapangan

Menghadapi situasi ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY bersama Pusdalops BPBD Kabupaten/Kota dan relawan gabungan langsung bergerak cepat melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan. 

Langkah-langkah yang telah diambil meliputi pencatatan dan pendataan berkelanjutan, koordinasi antarpetugas, serta penyampaian imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. 

Petugas dan warga juga menggelar kerja bakti untuk pembersihan lokasi terdampak yang didukung penuh dengan penyediaan dan pendistribusian logistik bantuan. 

Pihak BPBD DIY menegaskan bahwa seluruh data kerusakan maupun korban ini masih bersifat sementara dan sangat mungkin berubah seiring dengan pembaruan kaji cepat di lapangan.
 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved