Rusak Parah Imbas Cuaca Ekstrem, Tiga Hunian Warga di Tegal Panggung Disasar Program Bedah Rumah
Pemkot Yogyakarta bersama Baznas bergerak cepat menyalurkan bantuan melalui program bedah rumah memperbaiki rumah yang terdampak cuaca ekstrem
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (20/5/2026) menyebabkan sejumlah rumah warga di Tegal Panggung, Kota Yogyakarta, mengalami kerusakan struktural parah hingga roboh total.
- Pemkot Yogyakarta bersama Baznas bergerak cepat menggelontorkan bantuan masing-masing Rp20 juta per rumah untuk program bedah rumah.
- Wali Kota Hasto Wardoyo mengapresiasi Baznas yang menyalurkan bantuan tanpa hambatan birokrasi dan administrasi rumit, serta mengajak warga bergotong royong.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Yogyakarta, Rabu (20/5/2026) lalu mengakibatkan sejumlah hunian warga mengalami kerusakan parah.
Menanggapi kondisi darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyalurkan bantuan melalui program bedah rumah.
Bantuan menyasar Kampung Ledok Tukangan, Kelurahan Tegal Panggung, di mana rumah milik Bambang Dwi Anggoro dan Aan Prasetyo mengalami kerusakan struktural berat pada bagian atap yang tersapu angin serta beberapa sisi dinding roboh.
Dampak cuaca ekstrem juga menimpa rumah Ispurwanti, warga Kampung Tegal Kemuning, Kelurahan Tegal Panggung, yang roboh total setelah diterjang hujan deras dan angin kencang.
Guna memulihkan kondisi hunian yang rusak tersebut, Baznas Kota Yogyakarta menggelontorkan bantuan Rp20 juta untuk masing-masing rumah.
Di sela peninjauan, Minggu (24/5/26), Wali Kota Hasto Wardoyo mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
"Karena program bedah rumah ini tanpa (alokasi) APBD, tanpa APBN. Jadi, semangat gotong royong ini sangat bermanfaat," tandasnya.
Baca juga: Sri Sultan HB X Hadiri Grand Final FIP Bronze Yogyakarta 2026
Menurutnya, intervensi terhadap hunian yang rusak akibat dampak cuaca harus dilakukan secara kilat agar warga terdampak tidak merasakan penderitaan berkepanjangan.
Melalui skema kolaborasi bersama Baznas, program bedah rumah pun bisa langsung digulirkan beberapa hari selepas kejadian tanpa hambatan birokrasi panjang.
"Baznas langsung gerak cepat, tidak melihat siapa dan kenapa, tapi langsung bertindak tanpa banyak syarat. Kalau semua harus ditanya sertifikat dan administrasi lainnya, bantuan tidak akan segera terlaksana," ucapnya.
Sementara, salah satu penerima manfaat, Ispurwanti, mengungkapkan, rumahnya mendadak ambruk akibat terjangan cuaca ekstrem pada Rabu (20/5/2026) lalu.
Ia pun berharap program kedaruratan dan bantuan bedah rumah menyasar hunian rusak akibat insiden kebencanaan ini bisa digulirkan secara konsisten.
"Semoga tetap berjalan terus untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah seperti kami. Mudah-mudahan rumah-rumah lain yang rusak juga bisa dibantu," pungkasnya. (aka)
| Susuri Sungai Code, Wali Kota Hasto Wardoyo Gali Potensi Wisata Minat Khusus 'Urban Rafting' |
|
|---|
| Lampu Harapan di Mandala Krida: Jalan Pulang PSIM Yogyakarta |
|
|---|
| Pemkot Yogya dan Pamella Kolaborasi Bedah Rumah Warga, Hasto Wardoyo Tekankan Gotong Royong |
|
|---|
| Pemkot Yogya Patok Target Bedah 200 Rumah Tak Layak Huni di 2026, Andalkan Gotong Royong |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rusak-Parah-Imbas-Cuaca-Ekstrem-Tiga-Hunian-Warga-di-Tegal-Panggung-Disasar-Program-Bedah-Rumah.jpg)