Laporan Dampak Cuaca Ekstrem di Wilayah DIY, Berikut Rincian Data BPBD

Bencana hidrometeorologi di DIY ini menyebabkan kerusakan puluhan infrastruktur, memicu jatuhnya empat korban luka ringan

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/istimewa
LONGSOR - Rumah milik warga rusak setelah tebing setinggi sekitar 15 meter longsor akibat hujan deras berdurasi lama di Gayam, RT 41 RW 14, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Senin (16/2/2026) malam. Longsoran menghantam dinding dan atap rumah permanen. 
Ringkasan Berita:
  • Bencana hidrometeorologi terjadi di sejumlah wilayah di DIY akibat dampak dari cuaca ekstrem yang melanda pada Senin (16/2/2026)
  • BPBD DIY melaporkan kerusakan puluhan infrastruktur, memicu jatuhnya empat korban luka ringan, dan memaksa belasan warga lainnya mengungsi ke tempat aman. 
  • Warga diminta waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY selama tiga hari ke depan

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu rentetan bencana hidrometeorologi dan tanah longsor hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (16/2/2026).

Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan kerusakan puluhan infrastruktur, memicu jatuhnya empat korban luka ringan, dan memaksa belasan warga lainnya mengungsi ke tempat aman. 

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY yang dimutakhirkan hingga Senin (16/2/2026) pukul 24.00 WIB, dampak kerusakan tersebar secara merata di lima kabupaten/kota di DIY, dengan Kabupaten Sleman dan Kulon Progo mencatatkan titik kejadian terbanyak.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, menyatakan bahwa cuaca ekstrem ini memberikan dampak yang cukup masif pada berbagai sektor, mulai dari permukiman warga, akses jalan, hingga fasilitas umum dan pemerintahan. 

"Hujan dengan intesitas sedang hingga Lebat pada Hari Minggu malam, 15 Februari 2026 – Senin, 16 Februari 2026, terjadi hampir merata di seluruh wilayah Daearah Istimewa Yogyakarta. Berdasakan pantauan yang kami dapatkan di Pusdalops se-DIY, bahwa Kejadian cuaca ekstrim dan tanah longsor menyebabkan beberapa dampak sebagai berikut," ujar Agustinus menyampaikan laporan resmi Pusdalops PB BPBD DIY

Laporan Data Kerusakan

BPBD DIY melaporkan sejumlah rincian kerusakan dan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat cuaca ekstrem di DIY.

Berikut rinciannya :

Kabupaten Sleman

Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah titik kejadian terbanyak, yakni mencapai 25 lokasi yang tersebar di tujuh kapanewon.

Yakni meliputi kapanewon Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan dan Gamping. 

Rentetan kejadian di wilayah ini mengakibatkan kerusakan pada delapan unit rumah warga, dua titik fasilitas pemerintah, dan satu lokasi pondok pesantren. 

Selain itu, cuaca ekstrem juga menumbangkan 12 titik pohon, merusak satu unit kandang ternak, memutus dua titik akses jalan, serta mengganggu masing-masing satu titik jaringan listrik, jaringan internet, papan reklame, dan papan penunjuk jalan.

Baca juga: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di DIY Selama Tiga Hari ke Depan, Berikut Analisis BMKG

Kabupaten Kulon Progo

Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo, cuaca ekstrem dan tanah longsor melanda 19 titik yang berada di delapan kapanewon.

Yaitu Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan dan Sentolo.

Bencana di kawasan ini sangat berdampak pada mobilitas warga dengan tertutupnya 11 titik akses jalan. 

Kerusakan lainnya mencakup delapan unit rumah, satu titik pohon tumbang, satu titik jaringan listrik, satu titik jaringan internet, serta kerusakan pada satu titik saluran irigasi.

Kota Yogyakarta

Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah perkotaan. 

Di Kota Yogyakarta, kejadian melanda tujuh lokasi di empat kemantren, yakni Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, dan Mergangsan. 

Bencana di wilayah padat penduduk ini menyebabkan empat orang mengalami luka ringan dan 16 jiwa terpaksa mengungsi.

Kerusakan material meliputi empat unit rumah, satu unit Kantor Kelurahan Wirogunan, satu unit mobil, tumbangnya satu titik rumpun bambu, serta gangguan pada satu titik aliran sungai.

AKIBAT HUJAN DERAS - Kondisi atap bangunan Asrama IKPM Musi Banyuasin, Kota Yogyakarta, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, Senin (16/2/26).
AKIBAT HUJAN DERAS - Kondisi atap bangunan Asrama IKPM Musi Banyuasin, Kota Yogyakarta, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, Senin (16/2/26). (Tribun Jogja/Dok. BPBD Kota Yogyakarta)

Kabupaten Gunungkidul

Di Kabupaten Gunungkidul, tanah longsor dan cuaca ekstrem menerjang tujuh lokasi di enam kapanewon, yaitu Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, dan Panggang.

Estimasi kerugian di wilayah ini ditaksir mencapai Rp21.000.000. 

Kerugian tersebut diakibatkan oleh kerusakan pada delapan unit rumah, ancaman terhadap dua unit rumah lainnya, tertutupnya empat titik akses jalan, dan tiga titik pohon tumbang.

Infrastruktur lain yang terdampak meliputi dua titik talud yang ambrol atau longsor, dua titik jaringan listrik, dua titik jaringan internet, dua titik aliran sungai, satu jembatan, satu kamar mandi, serta satu unit kandang. 

Kabupaten Bantul

Adapun di Kabupaten Bantul, tanah longsor dilaporkan terjadi di satu lokasi di Kapanewon Kasihan.

Peristiwa itu merusak satu unit rumah dan fasilitas pemerintah, yakni Bandiklat Gunung Sempu.

Potensi Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMGK) merilis analisis prospek cuaca harian mengenai potensi curah hujan ringan, sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah DIY pada 17-19 Februari 2026 mendatang.

Dalam laporan tersebut, sebagian besar wilayah DIY, khususnya Sleman, berpotensi dilanda cuaca ekstrem dalam kurun tiga hari ke depan.  

Diketahui, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG DIY memprediksi prospek cuaca di wilayah DIY selama tiga hari ke depan, 17-19 Februari 2026.

  • 17 Februari 2026: Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian Utara dan Selatan, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, dan Bantul bagian Selatan. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
  • 18 Februari 2026: Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman Bagian Utara, Bantul bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
  • 19 Februari 2026: Potensi hujan Ringan - Sedang terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).

Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang DIY: 59 Titik Terdampak, Empat Warga Terluka dan Belasan Jiwa Mengungsi

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, S.Si., M.Kom dalam keterangannya menjelaskan, prospek cuaca harian ini dipengaruhi oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa yang terpantau relatif hangat yakni 26 - 30 C, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara 0.0 s/d -0.5 C. 

Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.

Selain itu, adanya daerah pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang dari Sumatra bagian Selatan hingga Jawa bagian barat, menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Pulau Jawa.

Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY.

Sementara, profil vertikal kelembapan udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 km (paras 850 - 700 mb) sebesar 68 - 97 persen. 

"Sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," terang dia.

(*/tribunjogja.com/han/rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved