Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di DIY Selama Tiga Hari ke Depan, Berikut Analisis BMKG

Sebagian besar wilayah DIY, khususnya Sleman, berpotensi dilanda cuaca ekstrem dalam kurun tiga hari ke depan.  

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/Hanif Suryo
ILUSTRASI - Hujan deras disertai angin kencang di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY dalam kurun tiga hari ke depan
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem
  • Warga juga diimbau waspada, terutama bagi yang tinggal di lokasi rawan bencana

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMGK) merilis analisis prospek cuaca harian mengenai potensi curah hujan ringan, sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah DIY pada 17-19 Februari 2026 mendatang.

Dalam laporan tersebut, sebagian besar wilayah DIY, khususnya Sleman, berpotensi dilanda cuaca ekstrem dalam kurun tiga hari ke depan.  

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, akibat cuaca ekstrem tersebut.

"Kami selalu mengimbau masyarakat, terutama di wilayah rawan untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, longsor maupun pohon tumbang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sleman Uun Mardiyanto, Senin (16/2/2026). 

Imbauan saat Terjadi Cuaca Ekstrem 

Saat terjadi hujan lebat, kata dia masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka.

Kemudian menghindari lokasi rawan banjir dan longsor serta menjauhi bantaran sungai untuk mengantisipasi potensi banjir.

Jika sedang berada di tempat terbuka dan terjadi hujan lebat maka masyarakat harus waspada.

Caranya, menghindari berlindung di bawah pohon atau dekat papan reklame atau tiang listrik.

"Ini penting untuk menghindari (sambaran) petir dan angin kencang," kata Uun.

Untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, pihaknya mengaku sedang menyiapkan SK perpanjangan siaga cuaca ekstrem yang berakhir pada akhir Februari mendatang. 

Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang DIY: 59 Titik Terdampak, Empat Warga Terluka dan Belasan Jiwa Mengungsi

Analisis BMKG

Diketahui, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG DIY memprediksi prospek cuaca di wilayah DIY selama tiga hari ke depan, 17-19 Februari 2026.

  • 17 Februari 2026: Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian Utara dan Selatan, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, dan Bantul bagian Selatan. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang). 
  • 18 Februari 2026: Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman Bagian Utara, Bantul bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
  • 19 Februari 2026: Potensi hujan Ringan - Sedang terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, S.Si., M.Kom dalam keterangannya menjelaskan, prospek cuaca harian ini dipengaruhi oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa yang terpantau relatif hangat yakni 26 - 30 C, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara 0.0 s/d -0.5 C. 

Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.

Selain itu, adanya daerah pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang dari Sumatra bagian Selatan hingga Jawa bagian barat, menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Pulau Jawa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved