DIY Siaga Cuaca Ekstrem, Warga Sleman dan KP Utara Diminta Waspadai Hujan Lebat & Angin Kencang
BPBD DIY mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah DI Yogyakarta
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- BPBD DIY mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah DI Yogyakarta
- Warga, khususnya di wilayah Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
- Peringatan ini menyusul rentetan bencana hidrometeorologi yang menerjang DIY sepanjang Senin (16/2/2026) kemarin di Kota Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah DIY pada Selasa (17/2/2026).
Masyarakat, khususnya di wilayah Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Peringatan ini menyusul rentetan bencana hidrometeorologi yang menerjang DIY sepanjang Senin (16/2/2026) kemarin, yang mengakibatkan kerusakan di puluhan titik serta menyebabkan jatuhnya korban luka dan pengungsian warga di Kota Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, memaparkan prakiraan cuaca harian yang menunjukkan kondisi atmosfer masih labil.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta, cuaca di DIY diprediksi berada pada rentang berawan hingga hujan lebat dengan kelembaban udara mencapai 68-96 persen.
Menyikapi kondisi tersebut, Agustinus Ruruh Haryanta memberikan instruksi rinci kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi guna menekan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
"Masyarakat dimohon tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru. Pastikan saluran air di sekitar rumah bersih dari sampah, lakukan pemangkasan dahan pohon yang sudah rimbun, periksa kondisi atap dan kelistrikan, serta hindari berteduh di bawah pohon saat hujan lebat atau angin kencang," ujar Ruruh, Selasa (17/2).
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan logistik rumah tangga di tengah status siaga darurat yang masih berlaku di seluruh kabupaten/kota di DIY.
"Pantau informasi kebencanaan dari sumber resmi, siapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan penting, dan segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi tanda-tanda bencana," tegasnya.
Secara teknis, arah angin diprakirakan bertiup dari Barat Daya dengan kecepatan maksimal mencapai 18-20 km/jam di daratan.
Sementara itu, bagi masyarakat di pesisir selatan, BPBD mengingatkan adanya potensi bahaya di perairan. Kecepatan angin di laut terpantau mencapai 30 km/jam dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kewaspadaan ekstra ini didasarkan pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 432 Tahun 2025 tentang Penetapan Perpanjangan Kedua Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Status serupa juga telah diperpanjang oleh pemerintah kabupaten dan kota di seluruh wilayah DIY guna mempercepat akses penanganan darurat.
Dampak bencana sebelumnya
Imbauan ini menjadi kian krusial mengingat dampak signifikan yang terjadi pada hari sebelumnya, Senin (16/2/2026).
| Resah Suara Bising, Warga Sleman Sweeping Knalpot Brong di Ring Road |
|
|---|
| BMKG: DIY Masih Akan Diguyur Hujan di Sepanjang April, Ini Alasannya |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini, Sabtu 11 April 2026 |
|
|---|
| Analisis BMKG: Curah Hujan di Sleman Tembus 217 mm, Rekor Ekstrem Pemicu Banjir Gamping |
|
|---|
| Dampak Hujan Lebat di Sleman: Empat Rumah di Nogotirto dan Banyuraden Terendam Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Longsoran-talut-menutup-lereng-di-kawasan-Badan-Diklat-Provinsi-DIY-Gunung-Sempu-Bantul-Minggu.jpg)