DIY Siaga Cuaca Ekstrem, Warga Sleman dan KP Utara Diminta Waspadai Hujan Lebat & Angin Kencang
BPBD DIY mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah DI Yogyakarta
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Data Pusdalops PB BPBD DIY mencatat Kabupaten Sleman menjadi wilayah terdampak paling masif dengan 25 titik kejadian yang merusak delapan unit rumah, sejumlah fasilitas pemerintah, serta mengakibatkan pohon tumbang di 12 lokasi.
Situasi serupa melanda Kabupaten Kulon Progo, di mana tanah longsor dan cuaca ekstrem menerjang 19 titik yang mengakibatkan kerusakan pada 11 akses jalan serta sejumlah rumah warga.
Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem di tujuh lokasi menyebabkan empat orang mengalami luka ringan dan memaksa 16 jiwa mengungsi, dengan kerusakan fisik mencakup rumah warga hingga Kantor Kelurahan Wirogunan.
Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, kerusakan pada rumah dan jembatan memicu estimasi kerugian materiil mencapai Rp 21.000.000, sedangkan di Kabupaten Bantul, longsor turut berdampak pada rumah tinggal dan fasilitas pendidikan di Bandiklat Gunung Sempu.
Selain ancaman hidrometeorologi, BPBD tetap memantau aktivitas Gunung Merapi yang saat ini berada pada Level III (Siaga).
Pada periode pengamatan terakhir, Merapi tercatat meluncurkan dua kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur 1.000 meter.
Panduan resmi kebencanaan
Berikut 10 hal penting yang perlu diperhatikan berdasarkan panduan BPBD DIY dan berbagai sumber resmi kebencanaan, dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi BPBD DIY.
1. Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan iklim
Hujan ekstrem, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan puting beliung adalah contohnya.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan, seperti wilayah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan dengan drainase buruk, perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan turun dalam intensitas tinggi disertai angin kencang.
Jika terdapat tanda-tanda seperti air mulai meluap, tanah retak, atau pohon mulai miring, segera cari tempat aman dan laporkan kepada pihak terkait.
2. Menghindari Aktivitas di Tempat yang Rawan
Saat angin kencang melanda, hindari beraktivitas di tempat-tempat yang rawan roboh.
Seperti di bawah pohon besar, baliho, papan reklame, tiang listrik, atau bangunan tua yang rapuh.
Penting juga bagi masyarakat untuk tidak berteduh atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon atau struktur yang berpotensi tumbang.
| Perumahan Komersil di Yogyakarta Menjamur, Kawasan Sidoarum Jadi Ruang Strategis |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Kalah dari Persib Bandung, Van Gastel: Kami Memulai Laga dengan Buruk |
|
|---|
| JNE Gelar Creative Workshop 'Think Creative' di UII Yogyakarta |
|
|---|
| Dugaan Keracunan Hidangan Pamitan Calon Haji di Tlogoadi, Dinkes Sleman Periksa Sampel Makanan |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Takluk dari Persib Bandung, Puasa Kemenangan Laskar Mataram Berlanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Longsoran-talut-menutup-lereng-di-kawasan-Badan-Diklat-Provinsi-DIY-Gunung-Sempu-Bantul-Minggu.jpg)