DIY Siaga Cuaca Ekstrem, Warga Sleman dan KP Utara Diminta Waspadai Hujan Lebat & Angin Kencang

BPBD DIY mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda sebagian besar wilayah DI Yogyakarta

Tayang:
Tribun Jogja/IST
LONGSOR - Material longsoran talut menutup lereng di kawasan Badan Diklat Provinsi DIY, Gunung Sempu, Minggu (15/2/2026) malam. Talut pagar sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 3 meter dan ketebalan 50 sentimeter ambrol pada pukul 19.00 WIB dan berpotensi mengancam satu rumah di bawahnya. Penanganan sementara dilakukan dengan pemasangan dua terpal untuk menutup bagian talut serta satu terpal pada saluran drainase guna mengalirkan air agar tidak merembes ke struktur yang sudah retak dan ambrol. 

Data Pusdalops PB BPBD DIY mencatat Kabupaten Sleman menjadi wilayah terdampak paling masif dengan 25 titik kejadian yang merusak delapan unit rumah, sejumlah fasilitas pemerintah, serta mengakibatkan pohon tumbang di 12 lokasi. 

Situasi serupa melanda Kabupaten Kulon Progo, di mana tanah longsor dan cuaca ekstrem menerjang 19 titik yang mengakibatkan kerusakan pada 11 akses jalan serta sejumlah rumah warga.

Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem di tujuh lokasi menyebabkan empat orang mengalami luka ringan dan memaksa 16 jiwa mengungsi, dengan kerusakan fisik mencakup rumah warga hingga Kantor Kelurahan Wirogunan. 

Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, kerusakan pada rumah dan jembatan memicu estimasi kerugian materiil mencapai Rp 21.000.000, sedangkan di Kabupaten Bantul, longsor turut berdampak pada rumah tinggal dan fasilitas pendidikan di Bandiklat Gunung Sempu.

Selain ancaman hidrometeorologi, BPBD tetap memantau aktivitas Gunung Merapi yang saat ini berada pada Level III (Siaga).

Pada periode pengamatan terakhir, Merapi tercatat meluncurkan dua kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur 1.000 meter.

Panduan resmi kebencanaan

Berikut 10 hal penting yang perlu diperhatikan berdasarkan panduan BPBD DIY dan berbagai sumber resmi kebencanaan, dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi BPBD DIY.

1. Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan iklim

Hujan ekstrem, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan puting beliung adalah contohnya. 

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan, seperti wilayah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan dengan drainase buruk, perlu meningkatkan kewaspadaan.

Pantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat hujan turun dalam intensitas tinggi disertai angin kencang.

Jika terdapat tanda-tanda seperti air mulai meluap, tanah retak, atau pohon mulai miring, segera cari tempat aman dan laporkan kepada pihak terkait.

2. Menghindari Aktivitas di Tempat yang Rawan

Saat angin kencang melanda, hindari beraktivitas di tempat-tempat yang rawan roboh.

Seperti di bawah pohon besar, baliho, papan reklame, tiang listrik, atau bangunan tua yang rapuh.

Penting juga bagi masyarakat untuk tidak berteduh atau memarkirkan kendaraan di bawah pohon atau struktur yang berpotensi tumbang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved