Ketua BEM UGM Diteror
Rektor UII Tanggapi Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Kritis Bukan Dosa!
Menurut rektor UII, teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, merupakan bentuk pembungkaman yang juga melawan konstitusi.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, turut buka suara menanggapi teror yang diterima Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Fathul menyebut pemerintah harus mengubah pola pikir dalam menghadapi kritik dari rakyat, termasuk dari kalangan aktivis dan mahasiswa.
Menurut dia, teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, merupakan bentuk pembungkaman yang juga melawan konstitusi.
“Kritis itu bukan dosa. Dan bersikap kritis itu dijamin oleh konstitusi. Jadi setiap pembungkaman terhadap kritik itu melawan konstitusi. Sehingga justru negara harus mengubah pola pikirnya. Warga negara yang kritis itu justru harus didorong,” katanya usai Workshop Penguatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi di Universitas Islam Al-Azhar, Senin (16/2/2026).
“Apalagi dari anak-anak muda kan, mereka punya wawasan segar, berharap Indonesia lebih bermartabat ke depannya. Yang seperti ini harusnya dirawat. Jangan sampai malah dibungkam, diancam, ada teror, dan lain-lain. Ini menurut saya melanggar konstitusi karena kebebasan untuk berekspresi sudah dibatasi,” sambungnya.
Kritik Adalah Pengingat
Fathul menilai kritik yang disampaikan oleh rakyat merupakan pengingat bagi penyelenggara negara.
Sebab tidak ada yang bisa menjamin penyelenggara negara selalu pada relnya.
“Jadi jangan sampai yang berseberangan itu dianggap lawan. Ini pola pikir yang harus diubah. Itu ketakutan yang berlebih,” lanjutnya.
Ia pun mendorong mahasiswa, termasuk UII untuk bersikap kritis dalam menghadapi persoalan bangsa.
Kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan tanggung jawab moral sebagai warga negara agar negaranya lebih baik.
“Jadi jangan dianggap musuh (mahasiswa mengkritik). Jangan sedikit-sedikit dikasih stempel yang tidak menyenangkan itu,” pungkasnya.
Baca juga: Awal Mula Rentetan Teror ke Ketua BEM UGM hingga Pihak Kampus Siap Pasang Badan
Rentetan Teror
Diberitakan, rentetan teror diterima Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.
Teror tersebut diterima Tiyo dari orang tak dikenal melalui sejumlah pesan singkat yang dikirim oleh nomer asing.
Tak hanya itu, ia pun mengaku sempat dikuntit seseorang tak dikenal.
Tiyo menceritakan sejumlah teror diterima setelah BEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026).
| LPSK Yogyakarta Terima Laporan Dugaan Teror terhadap Ketua BEM UGM, Ini Responnya |
|
|---|
| Kala Kritik Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Berujung Isu LGBT dan Teror Tengah Malam untuk Ibunda |
|
|---|
| Ibunda Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Turut Diteror Orang Tak Dikenal |
|
|---|
| Amnesty Internasional: Teror ke Ketua BEM UGM Bukan Kriminalitas Biasa |
|
|---|
| Respon LBH Yogyakarta Soal Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Negara Harus Beri Perlindungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rektor-UII-tanggapi-teror-ketua-BEM-UGM.jpg)