Overtime Coffee Hadir di Wates Kulon Progo: Kafe Unik dengan Lapangan Pickleball
Tren kafe di Wates, Kulon Progo, semakin berkembang. Overtime Coffee hadir dengan konsep memadukan nongkrong, bekerja, dan olahraga Pickleball
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Tren kafe di Wates, Kulon Progo, semakin berkembang. Overtime Coffee hadir dengan konsep unik memadukan tempat nongkrong, bekerja, dan olahraga Pickleball. Cocok untuk anak muda yang ingin santai sekaligus produktif.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Tren kedai kopi alias kafe kini mulai merambah Kota Wates, Kulon Progo. Setiap pengelola kafe menghadirkan konsep unik demi menarik pengunjung, terutama kalangan anak muda yang gemar nongkrong.
Salah satu kafe dengan konsep berbeda adalah Overtime Coffee, yang belum lama beroperasi di Wates.
Pemilik sekaligus pengelola, Johan Arif Budi, menjelaskan bahwa kafe ini dirancang agar pengunjung bisa bersantai, bekerja, sekaligus berolahraga di satu tempat.
“Kami menyediakan fasilitas olahraga, namun pengunjung juga bisa bersantai atau bahkan bekerja di sini,” kata Johan, Sabtu (14/02/2026).
Pickleball Jadi Daya Tarik Utama
Fasilitas olahraga yang ditawarkan Overtime Coffee adalah permainan Pickleball, olahraga yang memadukan elemen tenis, badminton, dan pingpong.
Johan menyebut Pickleball kini menjadi tren kekinian, mirip dengan olahraga Padel.
- Lapangan dan perlengkapan Pickleball tersedia di kafe.
- Tarif sewa lapangan: Rp 50 ribu per jam.
Selain olahraga, Overtime Coffee juga menyediakan tempat duduk yang nyaman untuk bersantai atau bekerja.
Desain interior dibuat agar pengunjung betah berlama-lama.
Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari minuman populer seperti Matcha hingga berbagai camilan ringan dengan harga terjangkau.
“Kami buat suasananya agar pengunjung betah berlama-lama di Overtime Coffee,” jelas Johan.
Respons Pengunjung
Sabtu malam alias Malam Minggu menjadi momen favorit pengunjung untuk menikmati suasana Overtime Coffee.
Salah satunya adalah Kumala, yang datang bersama teman-temannya.
| UGR Tol Yogyakarta-YIA Cair, Godaan Sales Datang Bertubi-tubi |
|
|---|
| Puluhan Warga Garongan Mengaku Juga Ditarik Uang oleh Lurah, Mengadu ke Bupati Kulon Progo |
|
|---|
| Ramai Diserbu Sales, Warga Pengasih Kulon Progo Diimbau Gunakan UGR Tol Yogyakarta-YIA Secara Bijak |
|
|---|
| Warga Garongan Datangi Bupati Kulon Progo, Bawa Sejumlah Bukti Dugaan Pungli Tondo Tresno |
|
|---|
| Bupati Kulon Progo Usulkan Penggabungan Disdag dan Dinperinkop-UKM, Sebut Jadi Solusi Kekurangan ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Uniknya-Kedai-Kopi-di-Wates-Kulon-Progo-Gabungkan-Olahraga-dan-Nongkrong.jpg)