Peluncuran Logo HUT ke-271 DIY, Momentum Perkuat Refleksi Diri dan Pembangunan Berkelanjutan

Pemda DIY resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-271 DIY dan mengusung tema 'Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku'

Tayang:
Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
LOGO HUT DIY - Peluncuran logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Teras Malioboro Beskalan, Kota Yogyakarta, Jumat (13/2/2026). Pemerintah DIY mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku” sebagai ajakan refleksi diri dan gerak bersama membangun masyarakat yang berkarakter dan berkelanjutan. Logo karya Raden Ardana Reswara Prasetya Kusuma tersebut terpilih melalui sayembara yang diikuti 210 peserta, dengan total hadiah Rp18 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY resmi meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-271 DIY, Jumat (13/2/2026)
  • Peluncuran logo sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-271 DIY yang akan berlangsung selama dua bulan, mulai 11 Februari hingga 11 April 2026.
  • Logo HUT ke-271 DIY yang diluncurkan merupakan hasil sayembara desain yang terbuka bagi masyarakat DIY, termasuk pelajar dan mahasiswa.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengusung tema 'Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku', Pemda DIY meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-271 DIY sebagai simbol refleksi diri dan gerak bersama membangun masyarakat yang berkarakter dan berkelanjutan.

Pemda DIY resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-271 DIY di Teras Malioboro Beskalan, Jumat (13/2/2026).

Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan peringatan hari jadi yang akan berlangsung selama dua bulan, mulai 11 Februari hingga 11 April 2026.

Ketua Panitia HUT ke-271 DIY sekaligus Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengatakan peluncuran logo merupakan bagian dari rangkaian resmi peringatan yang berlandaskan ketentuan peraturan daerah.

“Di dalam penyelenggaraan ini tentunya mendasari kepada ketentuan Pasal 3 ayat 3 Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, bahwa tanggal 13 Maret 1755 Masehi atau 29 Jumadil Awal Tahun Be 1680 ditetapkan sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang selanjutnya diperingati setiap tanggal 13 Maret,” ujarnya.

Hasil Sayembara

Ia menjelaskan, logo yang diluncurkan merupakan hasil sayembara desain yang terbuka bagi masyarakat DIY, termasuk pelajar dan mahasiswa.

“Sayembara ini mengundang masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta maupun pelajar atau mahasiswa yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tentunya memiliki kreativitas dan semangat kebudayaan,” kata Srie.

Tema 'Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku' dimaknai sebagai sikap mawas diri, ketajaman fokus, serta ketenangan berpikir dalam memperkuat kesadaran, wawasan, dan nilai spiritual serta filosofis masyarakat.

Total hadiah sayembara mencapai Rp18 juta, dengan rincian Rp12 juta bagi pemenang utama dan dua penghargaan apresiasi masing-masing Rp3 juta.

Srie menuturkan, hingga penutupan lomba pada 5 Februari 2026 pukul 24.00 WIB, jumlah karya yang masuk mencapai 210 desain.

“Kami laporkan bahwa peserta lomba logo setelah ditutup pada tanggal 5 Februari 2026 pukul 24.00 WIB sebanyak 210 karya yang masuk. Hak cipta atas logo menjadi hak milik Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta dan menjadi identitas visual dalam menyemarakan beberapa kegiatan yang akan berlangsung,” ujarnya.

Baca juga: Hari Ini Sarkem Fest 2026 di Sosrowijayan Yogyakarta, Ada Kirab Gunungan Apem dan Panggung Hiburan

Rangkaian Kegiatan

Rangkaian peringatan hari jadi telah dimulai sejak 11 Februari melalui kegiatan ziarah di Girigondo, Kotagede, dan Imogiri, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sejarah berdirinya Yogyakarta.

“Hari Jadi ini akan kita laksanakan mulai 11 Februari sampai 11 April; satu bulan sebelum Hari Jadinya tanggal 13 Maret tapi kita mulai dari 11 Februari dan nanti akan berakhir di 11 April,” kata Srie.

Menurut dia, peringatan tahun ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat kelurahan dan kapanewon, dengan harapan menimbulkan dampak luas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved