Jelang Ramadan, Pemkab Sleman Minta Tambahan Kuota 114 Ribu Tabung Gas Melon
Pemkab Sleman mengajukan penambahan kuota LPG Subsidi atau gas melon sebanyak 114.998 tabung kepada Pertamina.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sleman mengajukan penambahan kuota LPG Subsidi atau gas melon sebanyak 114.998 tabung jelang Ramadan
- Selain meminta tambahan kuota, Pemkab Sleman juga akan memantau penggunaan LPG subsidi di lapangan.
- Terkait bahan pokok dan bahan penting menjelang Ramadan, saat ini di Kabupaten Sleman stoknya dipastikan aman
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengajukan penambahan kuota LPG Subsidi atau gas melon sebanyak 114.998 tabung kepada Pertamina.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat libur menjelang Ramadan sekaligus memastikan stok gas kebutuhan rumah tangga dan UMKM aman.
"Pemkab Sleman mengeluarkan surat permohonan untuk tambahan kuota LPG 3 kilogram menjelang libur Ramadan ini. Permohonan tambahan sebanyak 114.998 tabung," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Heri Setyawati, Kamis (12/2/2026).
Selain meminta tambahan kuota, menurut Heri, Pemkab Sleman juga akan memantau penggunaan LPG subsidi di lapangan, apakah sudah tepat sasaran atau belum.
Termasuk bersama Hiswana memantau distribusi gas di wilayah perbatasan. Jangan sampai ada kebocoran.
Gas yang seharusnya diperuntukkan bagi warga Sleman namun justru mengalir ke luar wilayah. Begitu juga sebaliknya.
Termasuk memantau dugaan adanya pelanggaran Catering yang sekaligus menjadi pangkalan gas subsidi.
"Kami akan melacak dan memeriksa ke lapangan dan juga akan melakukan tindaklanjut," ujar dia.
Baca juga: BPOM Yogyakarta Temukan Produk Pangan Berformalin di Pasar Tradisional di Sleman
Stok Bahan Pokok Aman
Adapun terkait bahan pokok dan bahan penting menjelang Ramadan, Heri memastikan, saat ini di Kabupaten Sleman stoknya aman.
Hal ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional dan modern. Ia memastikan ketersediaannya mencukupi dan harganya relatif terjangkau.
Sebab itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah.
"Kami imbau kepada masyarakat tidak resah dengan melakukan pembelian bahan pokok dalam jumlah banyak atau panic buying. Ini malah justru menyebabkan inflasi," katanya.
Bidang SPBU Hiswana Migas DIY, Wira Adhyaksa, mengatakan pihaknya saat ini telah menambah kuota tabung gas LPG 3 kilogram yang didistribusikan ke Kabupaten Sleman untuk bulan Februari.
Jumlahnya 115 ribu tabung. Jumlah tersebut akan dievaluasi sesuai kebutuhan. (*)
| Hadapi Kemarau Kering, Pemkab Sleman Optimalkan Bantuan Sumur Bor dan Pompa Air |
|
|---|
| Sleman Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Usung Target Tri Sukses |
|
|---|
| Bukanya Cetak Prestasi, Kepala SMK di Brebes Malah Jadi Bos Oplos Gas Elpiji di Gudang Sekolah |
|
|---|
| Polres Bantul Ringkus Pengoplos Elpiji di Jetis, Sudah Beraksi Sejak Januari 2026 |
|
|---|
| SDN Nglarang Sleman Bakal Direlokasi Karena Terdampak Proyek Tol, Lahan Pengganti Mulai Disiapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pertamina-Siapkan-Akses-dan-Tambahan-Stok-LPG-3-Kg-di-Pangkalan.jpg)