Peringatan HPN 2026 di Bantul, Wakil Bupati Harap Wartawan Bisa Bersinergi Perangi Berita Palsu

Peringatan HPN di Bantul tahun ini menitikberatkan pada strategi pemerintah dalam menavigasi media digital.

Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
DISKUSI - Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, berdiskusi bersama wartawan dan dihadiri sejumlah stakeholder di Pendapa Parasamya Bantul, Selasa (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Forum Pewarta Bantul (FPB) bersama Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar diskusi bertajuk navigasi media digital.
  • Diskusi ini sebagai rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di wilayah Kabupaten Bantul
  • Keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar di masyarakat.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Pewarta Bantul (FPB) bersama Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar diskusi bertajuk navigasi media digital.

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah pihak termasuk DPRD Kabupaten Bantul untuk menyemarakkan momen Hari Pers Nasional (HPN) di Pendapa Parasamya Bantul, Selasa (10/2/2026).

Dalam momen itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, berujar peringatan HPN menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

"Arus informasi saat ini bergerak sangat cepat melalui berbagai kanal, mulai dari media konvensional, media daring, hingga media sosial. Kondisi tersebut membentuk ruang publik baru yang dinamis, namun sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemerintah," katanya.

Lebih lanjut, Peringatan HPN di Bantul tahun ini menitikberatkan pada strategi pemerintah dalam menavigasi media digital.

Dengan strategi komunikasi publik harus dibangun dengan prinsip keterbukaan, kejujuran, kecepatan, serta kolaborasi yang sehat dengan insan pers.

Mitra Strategis Pemerintah

Pemkab Bantul memandang pers bukan sebagai objek, melainkan mitra strategis pembangunan daerah.

Kritik dan kontrol sosial dari awak media dinilai penting untuk memastikan kebijakan publik tetap berpihak kepada masyarakat, sehingga penting dalam sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.

"Media digital memberikan ruang penyampaian informasi, usulan, serta aspirasi masyarakat Bantul. Karena itu kami berharap insan media dapat bersinergi dengan pemerintah daerah serta menjaga kebenaran informasi dan membantu meluruskan jika ditemukan berita palsu," ucap dia.

Baca juga: Pemkab Bantul Tegaskan Tak Ada Larangan Berfoto di Kawasan Pantai Parangtritis

Pihaknya berharap kepada seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) agar dapat membuka diri terhadap kebutuhan informasi yang diperlukan para jurnalis khususnya di Bantul.

Keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar di masyarakat.

Peringatan HPN di Bantul ini sekaligus menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam membangun komunikasi publik yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Harapan kami, FPB bisa bersinergi dengan Pemkab untuk mengontrol berita palsu. Kami juga berharap seluruh OPD membuka diri agar kawan-kawan media mendapatkan kemudahan akses informasi," tutur dia.

Momen Evaluasi

Ketua FPB, Sukro Riyadi, menyampaikan peringatan HPN menjadi ruang evaluasi bagi wartawan, khususnya yang bertugas di Kabupaten Bantul

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved