Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Infeksi Virus Nipah, Ini Imbauan untuk Warga
Dinkes DIY memastikan virus nipah belum terdeteksi di wilayah DIY, masyarakat diimbau tidak panik
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
“Hingga saat ini, belum ditemukan kasus konfirmasi virus Nipah di Indonesia, namun pemerintah terus meningkatkan pemantauan, pengawasan pintu masuk negara, serta deteksi dini melalui sistem surveilans untuk mengantisipasi potensi penyebaran,” demikian pernyataan Kemenkes.
Berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan kematian akibat infeksi tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes meningkatkan pemantauan dan deteksi dini serta pelaporan kasus sesuai pedoman melalui event based surveillance Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Public Health Emergency Operation Center (PHEOC), dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).
Selain itu, pengamatan dan penemuan kasus di wilayah juga diperkuat melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit.
Kemenkes turut menyebarluaskan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berupa FAQ, poster, serta pedoman terkait penyakit virus Nipah yang dapat diakses melalui kanal https://infeksiemerging.kemkes.go.id.
Deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan juga terus dilakukan terhadap seseorang yang mengalami gejala mengarah ke penyakit virus Nipah dan memenuhi salah satu faktor risiko, seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir, memiliki riwayat kontak atau konsumsi hewan terinfeksi, serta konsumsi nira atau aren mentah. (*)
| Menghalau 'Gunung Es' Obesitas pada Anak di DIY, Orangtua Diminta Perhatikan Asupan Nutrisi Harian |
|
|---|
| Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan, Dinkes DIY Soroti Pentingnya Komunikasi Risiko Medis |
|
|---|
| Sempat Ada 6 Kasus, Dinkes Pastikan DIY Nihil Hantavirus di Awal 2026 |
|
|---|
| Kasus Campak di DIY Naik Menjadi 112 Kasus, Dinkes Gencarkan Percepatan Imunisasi |
|
|---|
| Awal 2026, Dinkes DIY Temukan 57 Kasus Campak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinkes-DIY-dr-Gregorius-Anung-Trihadi-MPH.jpg)