BI Minta Dunia Usaha Tetap Bergerak di Tengah Ketidakpastian Global
BI menegaskan komitmen menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan yang konsisten
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Bank Indonesia meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak bersikap menunggu di tengah ketidakpastian global
- Dalam peluncuran LPI 2025, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan BI membawa tiga pesan utama melalui LPI 2025, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi
TRIBUNJOGJA.COM - Bank Indonesia meminta pelaku usaha dan masyarakat tidak bersikap menunggu di tengah ketidakpastian global, seraya menegaskan komitmen menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan yang konsisten sebagaimana tertuang dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam peluncuran LPI 2025 bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Peluncuran itu diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X bersama Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemda DIY.
Pesan optimisme
Dalam paparannya, Perry menekankan bahwa Bank Indonesia membawa tiga pesan utama melalui LPI 2025, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS). Pesan Optimisme mencerminkan keyakinan bahwa prospek perekonomian nasional tetap kuat meskipun dibayangi ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Berdasarkan kajian Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7–5,5 persen. Selanjutnya, pada 2026 pertumbuhan ekonomi diproyeksikan meningkat ke kisaran 4,9–5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen, dan pada 2027 mencapai 5,1–5,9 persen dengan titik tengah 5,5 persen.
“Setelah 2025 sekitar 4,7–5,5 persen, tahun 2026 kami perkirakan pertumbuhan ekonomi 4,9–5,7 persen dan akan meningkat menjadi 5,1–5,9 persen pada 2027. Jadi mari kita bangun optimisme,” ujar Perry.
Sejalan dengan itu, Perry mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk tidak mengambil sikap wait and see yang berlebihan. Menurut dia, sikap optimistis diperlukan agar aktivitas ekonomi tetap bergerak dan momentum pertumbuhan dapat terjaga. Namun, ia mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap dinamika global tetap diperlukan.
“Ke depan, kita harus tetap optimis sekaligus eling lan waspodo (sadar dan berhati-hati) di tengah gejolak dunia yang masih berlanjut,” kata Perry.
Komitmen
Selain Optimisme, pesan kedua yang ditekankan Bank Indonesia adalah Komitmen. Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia berperan sebagai jangkar stabilitas perekonomian nasional dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, dan sistem keuangan melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang konsisten.
“Bank Indonesia berkomitmen merumuskan dan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegas Perry.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis sepanjang 2025, antara lain penurunan suku bunga kebijakan, penguatan likuiditas moneter, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.
Sinergi
Adapun pesan ketiga, Sinergi, menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.
“Bank Indonesia terus membangun sinergi yang semakin erat antara kebijakan moneter dan fiskal,” ujar Perry.
Melalui LPI 2025, Bank Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap waspada terhadap dinamika global.
Ke depan, pesan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi diharapkan menjadi landasan kuat bagi upaya mendorong pembangunan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
| TKA SD di Sleman Tuai Keluhan: Soal Dinilai Susah, Disebut Mirip Hendak Olimpiade |
|
|---|
| Pengurus SOKSI DIY Hasil Revitalisasi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Partai Golkar |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
| Reaksi BGN setelah Puluhan Siswa di Bantul Kembali Mengalami Keracunan Diduga Akibat Menu MBG |
|
|---|
| Prediksi Awal dan Puncak Musim Kemarau Menurut BMKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BI-Minta-Dunia-Usaha-Tetap-Bergerak-di-Tengah-Ketidakpastian-Global.jpg)