Liga Muaythai Mahasiswa Bakal Digelar di Benteng Vredeburg Yogya, Padukan Aspek Budaya dan Olahraga

Ajang tersebut menjadi upaya untuk menyelaraskan pembinaan olahraga beladiri dengan penguatan karakter, serta edukasi budaya dan sejarah

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Istimewa
Jajaran AWMI bersama perwakilan Benteng Vredeburg meninjau sudut-sudut venue yang disiapkan untuk menggelar Liga Muaythai Mahasiswa. 
Ringkasan Berita:
  • Liga Muaythai Mahasiswa akan digelar di kawasan Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta pada tahun ini.
  • Tak sekadar adu tangkas di atas ring, ajang tersebut menjadi upaya untuk menyelaraskan pembinaan olahraga beladiri dengan penguatan karakter, serta edukasi budaya dan sejarah bagi generasi muda.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) bersiap menghadirkan gelaran Liga Muaythai Mahasiswa di kawasan Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta pada tahun ini.

Bukan sekadar adu tangkas di atas ring, ajang tersebut menjadi upaya untuk menyelaraskan pembinaan olahraga beladiri dengan penguatan karakter, serta edukasi budaya dan sejarah bagi generasi muda.

Ketua AWMI, Dewanto P Siregar, mengungkapkan, bahwa pemilihan lokasi ikonik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para mahasiswa. 

Ia pun menekankan liga mahasiswa yang dicanangkannya tersebut merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem muaythai yang berkarakter.

"Liga muaythai mahasiswa ini bukan sekadar pertandingan, tetapi wadah pembinaan atlet muda yang menjunjung disiplin, sportivitas, serta pemahaman terhadap nilai sejarah dan budaya bangsa," ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Dewanto menegaskan, pihaknya tidak ingin sekadar menggelar hajatan olahraga biasa, dan berkomitmen menjaga marwah Benteng Vredeburg sebagai kawasan cagar budaya sembari menyisipkan pesan edukatif.

Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak strategis, mulai dari pengelola benteng hingga swasta, di mana koordinasi intensif terus dilakukan untuk mematangkan aspek teknis dan integrasi budaya.

​"Ini bukan event biasa, di sana ada Kepala Benteng, Direktur Utama Dirgahayu Merah Putih, dan juga Presiden Direktur D&G Indonesia yang turut mendukung. Intinya, gabungan antara prestasi olahraga dan pelestarian kegiatan budaya lainnya," tandasnya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Mulai Susun Skuad Lebih Awal untuk Musim Depan

Pembinaan Mental

Tidak berhenti sampai di situ, rencana besar pun digarap secara kolaboratif, dengan menggandeng aspek psikologis dalam pembinaan upaya atlet-atlet mudanya.

Tercatat, Psikolog Olahraga dari Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) direncanakan bakal terlibat untuk mengawal kesiapan mental para petarung belia tersebut.

​Perwakilan Tim Dispsial, Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, yang kini bertugas di Kawedanan Keprajuritan Kraton Yogyakarta menilai, Benteng Vredeburg memiliki resonansi sejarah yang kuat bagi identitas nasional, termasuk dalam kacamata maritim.

"Pemilihan Benteng Vredeburg sebagai lokasi kegiatan punya makna historis yang kuat sebagai ruang simbolik sejarah. Yogyakarta ini ruang penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Mataram Islam sebagai bagian dari dinamika kebangsaan Nusantara," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved