Warga Donomulyo Protes Jalan Rusak: Pajak Telat Didendo, Dalan Rusak Dijarno

Di tepi sepanjang jalan yang rusak tersebut terpasang kain spanduk berisi ungkapan kekecewaan dan keluhan warga karena jalan yang rusak

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
PROTES WARGA: Spanduk protes dari warga yang terpasang di tepi jalan kabupaten di wilayah Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Senin (26/01/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Kabupaten di Kalurahan Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo dikeluhkan warga karena rusak selama bertahun-tahun. 
  • Di tepi jalan yang rusak terpasang spanduk: Pajak Telat Didendo, Dalan Rusak Dijarno
  • DPUPKP Kulon Progo menyampaikan perbaikan jalan kabupaten terkendala minimnya anggaran. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jalan Kabupaten yang berada di Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo dikeluhkan warga karena kondisinya rusak selama bertahun-tahun. 

Warga menyampaikan keluhannya itu lewat spanduk berisi ungkapan protes hingga kekecewaan.

Berdasarkan pantauan Tribun Jogja di lokasi pada Senin (26/01/2026), jalan penghubung antarpadukuhan mengalami kerusakan berupa lubang di banyak tempat. Kondisi jalannya pun sudah tidak rata.

Rakyat bayar pajak, jalan rusak dibiarkan

Sementara di tepi sepanjang jalan yang rusak tersebut terpasang kain spanduk berisi ungkapan kekecewaan dan keluhan warga karena jalan yang rusak. Seperti "Pajak Telat Didendo, Dalan Rusak Dijarno" atau "Pajak Telat Didenda, Jalan Rusak Dibiarkan".

Lurah Donomulyo, Sukijan mengatakan kerusakan jalan penghubung antara Nanggulan dan Sentolo tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun. Usulan perbaikan pun belum sepenuhnya terealisasi.

"Sebenarnya pernah ada realisasi perbaikan, namun hanya di bagian ujung sisi selatan dan utara jalan, sedangkan bagian tengah sepanjang 700 meter kondisinya tetap rusak," jelasnya pada wartawan.

Menurut Sukijan, pihak terkait hanya bisa memperbaiki ujung jalan karena anggaran yang terbatas. Perbaikan juga hanya pada ujung jalan dengan tujuan agar jalannya terlihat mulus dari depan.

Spanduk itu aspirasi warga

Ia juga mengatakan spanduk protes dari warga pun belum lama ini terpasang di sepanjang jalan rusak. Ia mengaku tidak bisa menahan warga yang memasang spanduk tersebut.

"Itu aspirasi masyarakat, jadi kami hargai. Tentunya pengusulan perbaikan juga sudah kami tindaklanjuti," kata Sukijan.

Menurut informasi yang ia terima, rencananya perbaikan jalan akan dilakukan tahun 2026 ini. Perbaikan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo.

Sebab Sukijan menyebut tim survei hingga kontraktor telah meninjau lokasi kerusakan jalan. Ia pun berharap perbaikannya segera dilakukan dalam waktu dekat.

"Sebab jalan tersebut tak hanya sebagai akses sehari-hari warga, tetapi juga infrastruktur pendukung ketahanan pangan," ujarnya.

Minim anggaran

Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Kulon Progo, Septi Adi Jati Prabowo beberapa waktu lalu menyampaikan perbaikan jalan kabupaten terkendala minimnya anggaran. Padahal, jalan kabupaten yang kondisinya rusak berat panjang totalnya mencapai ratusan kilometer (km).

Total panjang jalan kabupaten di Kulon Progo mencapai 807,758 km, sedangkan yang rusak berat panjangnya sekitar 251,371 km. Anggaran tahun ini hanya mampu untuk penanganan pemeliharaan rutin sepanjang 75 km dan penanganan konstruksi berkala sepanjang 4,85 km.

"Kedua program tersebut menelan anggaran sebesar Rp 20,65 miliar," kata Adi.

Pihaknya kini mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat untuk biaya perbaikan jalan yang rusak. Skala prioritas saat ini juga digunakan demi menyiasati minimnya anggaran.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved