31 dari Total 89 SPPG yang Ada di Bantul Telah Kantongi SLHS
Dari 89 SPPG yang ada di Bantul, 31 di antaranya sudah mengantongi SLHS dan untuk SPPG lainnya masih dalam proses assessment
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 31 dari total 89 SPPG yang ada di Bantu telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
- Saat ini masih ada 16 SPPG lagi yang melakukan persiapan untuk beroperasional dan mengantongi SLHS
- SLHS menjadi bagian komitmen Pemkab Bantul dengan kerja sama antara BGN DIY, BGN Bantul dan Dinas Kesehatan Bantul untuk menjamin keamanan dan kebersihan makanan penerima MBG.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah pemegang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, kini telah bertambah dan tersebar di 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan secara rinci, di Bumi Projotamansari saat ini sudah ada 105 SPPG dengan jumlah 89 SPPG yang beroperasional.
"Dari 89 SPPG itu yang sudah mengantongi SLHS ada 31 SPPG dan untuk SPPG lainnya masih dalam proses assessment," katanya, kepada Tribunjogja.com, Senin (26/1/2026).
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendata bahwa sampai saat ini masih ada 16 SPPG yang melakukan persiapan untuk beroperasional dan mengantongi SLHS.
Sebab, untuk dapat mengoperasionalkan dapur MBG pada saat ini setidaknya sudah mengantongi SLHS.
"Kalau mau jadi SPPG itu kan ada syarat-syarat dari Badan Gizi Nasional (BGN) Misalnya, luas lahan, kelengkapan alat-alat masak, sarana sanitasi, dan sebagainya. Nah itu yang sedang dipersiapkan oleh 16 SPPG tersebut. Jadi, yang 16 SPPG itu belum bergabung dengan yang 105 SPPG," papar dia.
Komitmen Pemkab Bantul
Lebih lanjut, bertambahnya SLHS itu menjadi bagian komitmen Pemkab Bantul dengan kerja sama antara BGN DIY, BGN Bantul, dengan Dinas Kesehatan Bantul untuk menjamin keamanan dan kebersihan makanan penerima MBG.
"Dinas Kesehatan Bantul komitmennya itu percepatan, bukan kemudahan (dalam memperoleh SLHS). Kemudian dari BGN melalui petugas yang ada di Bantul itu ada komitmen untuk SPPG-nya, kalau ada catatan dari Dinas Kesehatan Bantul segera dilengkapi," tutur dia.
Baca juga: Viral Sampah Berserakan di Pantai Parangkusumo, Pemkab Bantul Segera Lakukan Koordinasi
Dengan begitu, kata Hermawan, Dinas Kesehatan Bantul bukan hanya menunggu di belakang dan melakukan proses verifikasi SLHS, tetapi melakukan asistensi dan pro aktif menyampaikan apa saja kekurangan SPPG dalam pengajuan SLHS.
"Jadi kan semuanya, semua SPPG sudah mengajukan SLHS. Kemudian Dinas Kesehatan Bantul mendampingi dan lain sebagainya," ujar Hermawan.
Kendati demikian, pihaknya berpesan kepada masing-masing pemegang SLHS untuk betul-betul menerapkan maupun memedomani kemanan dan kebersihan, sehingga bisa menjamin kualitas program MBG dengan baik.
"Dan kalau yang belum mengantongi SLHS ya segera mengurus. Pemkab Bantul kan sudah terbuka mau membantu percepatan (memperoleh SLHS). SPPG ya perlu aktif menindaklanjuti kalau ada catatan dari Dinas Kesehatan Bantul," pintanya.(*)
| Sampah Plastik di Bantul Kini Diolah dan Disulap Jadi Bahan Bakar Petasol |
|
|---|
| DLH Bantul Sebut Pembuang Sampah di Lahan Warga Selopamioro Diduga dari Luar Daerah |
|
|---|
| Sony Sonjaya 'Berkicau', Sebut 26 Tokoh Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG |
|
|---|
| Pakar UGM Sebut BGN yang Baru Masih Tersandera: Biarkan SPPG MBG di 3T Ditangani Kantin atau Ortu |
|
|---|
| Soal Wacana MBG Gandeng Kantin Sekolah, Ini Tanggapan Pemda DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hermawan-Setiaji-2612026.jpg)