Kalurahan Pagerharjo Kulon Progo Peringati Hari Jadi ke-79 Lewat Kirab Tumpeng

Acara dalam bentuk Merti Desa itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Ambar Purwoko.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Humas Pemkab Kulon Progo
KIRAB - Salah satu tumpeng hasil karya warga untuk Peringatan Hari Jadi Ke-79 Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, Minggu (25/01/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Hari Jadi ke-79 Kalurahan Pagerharjo di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo dirayakan melalui sebuah acara dalam bentuk Merti Desa 
  • Puncak peringatan hari jadi salah satunya dilakukan lewat Kirab Tumpeng. Tumpeng dibuat oleh warga secara swadaya.
  • Berbagai acara hiburan rakyat pun turut dihadirkan, seperti pentas wayang kulit, Jathilan, Lengger, hingga Pentas Anggur Sekar Laras.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kalurahan Pagerharjo di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo merayakan Hari Jadi ke-79 pada Minggu (25/01/2026).

Acara dalam bentuk Merti Desa itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Ambar Purwoko.

Lurah Pagerharjo, Widayat mengatakan puncak peringatan hari jadi salah satunya dilakukan lewat Kirab Tumpeng. Tumpeng dibuat oleh warga secara swadaya.

"Tumpeng dibawa oleh warga dari setiap padukuhan di Pagerharjo," jelasnya pada wartawan.

Sesuai namanya, tumpeng dibawa warga dengan cara diarak dari padukuhan masing-masing menuju Kantor Kalurahan Pagerharjo.

Sebab, seluruh rangkaian acara berpusat di sana.

Bukan Sekadar Seremoni

Kirab Tumpeng sendiri disebut bukan sekadar seremoni.

Namun wujud nyata semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat Pagerharjo yang hingga kini masih terjaga dengan baik.

"Kebersamaan ini diharapkan bisa membawa berkah bagi Pagerharjo agar semakin maju, mandiri, makmur dan selalu diberikan kemudahan dalam segala hal," ujar Widayat.

Baca juga: Jaga Kamtibmas, Warga Kulon Progo Diminta Pertahankan Tradisi Cakrukan di Pos Satkamling

Usai kirab, tumpeng dikumpulkan dalam satu tempat untuk disertakan dalam prosesi upacara adat yang sakral.

Prosesi tersebut juga mendaraskan doa-doa untuk kebaikan warga Pagerharjo.

Setelah prosesi adat selesai, acara diakhiri dengan makan tumpeng bersama alias Kembul Bujana.

Sesi tersebut jadi simbol persatuan antara pemimpin dan rakyatnya.

"Acara dilanjutkan dengan Ngaji Bareng, sebagai tanda di mana budaya dan religi bisa berjalan beriringan tanpa saling meniadakan," kata Widayat.

Hadirkan Beragam Hiburan Rakyat

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved