Tren Rendah Gula 2026 Dorong Konsumen Lebih Cermat Membaca Label dan Izin Edar Produk

Tren rendah gula yang menguat pada 2026 menempatkan kandungan nutrisi dan keamanan produk sebagai pertimbangan utama konsumen.

Tayang:
Tribun Jogja/Istimewa
ILUSTRASI - Susu rendah gula 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang konsumsi gula berlebih mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Tren rendah gula yang menguat pada 2026 menempatkan kandungan nutrisi dan keamanan produk sebagai pertimbangan utama konsumen.

Kemudahan akses informasi kesehatan di era digital membuat masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, semakin kritis dalam memilih produk pangan.

Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan rasa atau popularitas merek, tetapi juga memperhatikan kandungan gula serta kejelasan izin edar yang tercantum pada kemasan.

Gaya hidup rendah gula (low-sugar lifestyle) menjadi salah satu perubahan perilaku yang paling menonjol sepanjang 2026.

Konsumsi gula berlebih dipandang sebagai faktor risiko yang dapat memengaruhi stamina dan kesehatan metabolisme secara perlahan.

Kondisi ini mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam memilih produk yang dikonsumsi secara rutin.

Merespons tren tersebut, produsen pangan fungsional dituntut beradaptasi melalui inovasi formulasi. 

Brand Manager Etawaku Platinum, Devi Eliya, mengatakan perusahaannya mengambil langkah menyesuaikan kebutuhan konsumen yang semakin sadar terhadap asupan gula.

“Ethos menanggapi tren low-sugar lifestyle di tahun 2026 dengan merilis inovasi terbaru berupa Etawaku Platinum Less Sugar,” ujar Devi. 

Ia menjelaskan bahwa varian tersebut ditujukan bagi konsumen yang ingin mengonsumsi susu kambing Etawa tanpa tambahan gula yang berlebihan, dengan penggunaan krimer nabati yang dipilih secara teliti agar tetap memberikan rasa yang dapat diterima.

Di tengah maraknya produk kesehatan dengan berbagai klaim manfaat, aspek transparansi dan akuntabilitas informasi menjadi sorotan.

Konsumen menuntut agar manfaat yang tercantum pada kemasan tidak sekadar menjadi strategi pemasaran, melainkan telah melalui proses verifikasi resmi.

PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) menegaskan pentingnya proses evaluasi regulator dalam memastikan keamanan produk.

Devi menyampaikan bahwa seluruh klaim manfaat yang dicantumkan pada kemasan telah melewati tahapan penilaian yang ditetapkan otoritas.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved