Wisata Edukasi Gula Semut di Desa Hargorejo Kulon Progo

Desa Wisata Hargorejo di Kapanewon Kokap, Kulon Progo memiliki daya tarik berupa pembuatan gula semut.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/IST
PRODUKSI GULA SEMUT: Sejumlah pelajar mencoba membuat gula semut di Andana Gula Semut, Desa Wisata (Deswita) Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, belum lama ini. Para pelajar ini mengikuti wisata edukasi terkait pengolahan gula semut. 

 

Ringkasan Berita:
 
  • Pelajar diajak praktik langsung, mengenal sejarah, inovasi, hingga peluang ekspor produk lokal

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Desa Wisata Hargorejo di Kapanewon Kokap, Kulon Progo memiliki daya tarik berupa pembuatan gula semut.

Selain menjadi komoditas ekspor, proses pembuatannya juga menarik minat masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Salah satu pelaku usaha, Andana Gula Semut, menghadirkan paket wisata edukasi khusus bagi pelajar.

Pemiliknya, Dinar Astuti Ratna Dewi, menjelaskan bahwa program ini memberikan pengalaman langsung mengenal proses produksi gula kelapa hingga pengemasan produk bernilai ekonomi.

“Program ini menghadirkan pengalaman langsung mengenal proses produksi gula kelapa hingga pengemasan produk bernilai ekonomi,” jelas Dinar, Minggu (15/2/2026).

Proses dan Edukasi

Pelajar diajak berkeliling untuk melihat seluruh tahapan pembuatan gula kelapa, mulai dari penyadapan nira, pembuatan gula batok, pengolahan gula semut, hingga pengenalan produk turunannya.

Selain itu, mereka juga dapat praktik langsung membuat gula semut sebagai bagian dari edukasi interaktif.

Dinar menambahkan, peserta diberikan wawasan tentang sejarah usaha gula semut di Hargorejo, inovasi produk, serta peluang bisnis dan ekspor.

Program ini diharapkan mendukung pengembangan wisata berbasis edukasi dan kewirausahaan, sekaligus mengenalkan potensi lokal Kulon Progo kepada generasi muda.

Overtime Coffee Hadir di Wates Kulon Progo: Kafe Unik dengan Lapangan Pickleball

Kunjungan wisata edukasi salah satunya dilakukan oleh santri SMA Islam Terpadu Baitussalam Yogyakarta. 

Mereka mengikuti semua tahapan, termasuk melihat berbagai produk gula semut yang ditampilkan di Andana Gula Semut.

Riska Khaerunnisa, santri kelas XI, mengaku antusias dengan kegiatan itu, 

“Sangat membuka wawasan kami terutama tentang bisnis, ekspor, dan potensi gula semut di sini, yang jika dikelola dengan baik akan menghasilkan produk luar biasa,” ujarnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved