Gencar Perangi Judol, Ini Pesan Penting untuk Para Pelajar di Kulon Progo
Ia secara tegas meminta agar para pelajar tidak sekali-kali mencoba judol. Sebab akan memberikan dampak buruk bagi masa depan mereka.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kunjungi SMP Negeri 5 Wates, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko berpesan agar para pelajar tidak sekali-kali mencoba judol.
- Tidak ada masa depan yang cerah melalui perjudian. Pelajar SMP jadi titik usia emas untuk menentukan arah masa depan
- Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat juga mengingatkan pelajar untuk tidak mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah karena belum cukup umur.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyambangi SMP Negeri 5 Wates pada Senin (19/01/2026) bersama Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat. Keduanya datang untuk memberikan wejangan pada para pelajar di sana.
Ambar pun hadir sebagai Inspektur Upacara Bendera di halaman SMPN 5 Wates. Ia lalu menyampaikan amanat ke pelajar tentang bahaya fenomena judi online (judol) yang tengah marak.
Pesan wabup
Ia secara tegas meminta agar para pelajar tidak sekali-kali mencoba judol. Sebab akan memberikan dampak buruk bagi masa depan mereka.
"Tidak ada masa depan yang cerah melalui perjudian," kata Ambar.
Menurutnya, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) jadi titik usia emas untuk menentukan arah masa depan. Itu sebabnya penting di usia tersebut untuk menanamkan paham disiplin dan sopan santun yang dipupuk baik.
Ambar turut menyampaikan bahwa pelajar harus mampu memilah dan memilih kegiatan hingga ajakan yang sekiranya tidak jelas. Terutama yang mengarah pada ujaran kebencian hingga gerakan radikalisme.
"Tugas utama kalian saat ini hanyalah belajar untuk membahagiakan orang tua dan guru," ujarnya.
Ajakan gerakan radikalisme hingga judol kini sangat mudah ditemukan di media sosial. Itu sebabnya, Ambar meminta para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Imbauan itu diberikan lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo tengah gencar mencegah fenomena judol hingga radikalisme muncul di kalangan pelajar. Sebab saat ini pelajar jadi sasaran dari keduanya.
"Kami akan terus berkomitmen memberikan langkah preventif perlindungan ke generasi muda atas ancaman judol dan radikalisme," jelas Ambar.
Pesan Kapolres
Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat turut mengingatkan para pelajar untuk tidak mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah. Sebab secara umur, mereka belum legal untuk berkendara.
Apalagi saat ini, kejadian kecelakaan (laka) lalu lintas di Kulon Progo masih tinggi, di mana pelajar juga jadi korban. Itu sebabnya, pelajar diminta untuk peduli dengan keselamatan berkendara.
"Kami juga meminta pihak sekolah untuk selalu mengingatkan pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor," kata Ridho.(alx)
| Reaktivasi Adisutjipto, Sumantoyo Nilai Instruksi Presiden Kontradiktif, PHRI Kulon Progo Resah |
|
|---|
| PHRI Kulon Progo Khawatirkan Dampak Reaktivasi Bandara Adisutjipto Pada Ekosistem Pariwisata Daerah |
|
|---|
| Kulon Progo Sukses Turunkan Jumlah Pengangguran, Terima Insentif Rp 3 Miliar dari Pusat |
|
|---|
| Realisasi Investasi di Kulon Progo Pada Triwulan I 2026 Tembus Rp 77 Miliar |
|
|---|
| Perda KTR Diperlonggar, Pemkab Kulon Progo Gandeng Perusahaan Rokok untuk Gelar Kulon Progo Fair |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gencar-Perangi-Judol-Ini-Pesan-Penting-untuk-Para-Pelajar-di-Kulon-Progo.jpg)