PMK Kembali Merebak, DPP Kulon Progo Ambil Sampel Sapi Milik Warga di Wates dan Temon
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPP Kulon Progo, Yuriati menjelaskan pengambilan sampel dilakukan guna menyikapi kasus PMK
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Ternak warga di Kapanewon Wates dan Temon dilaporkan mulai terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
- Tim DPP Kulon Progo dan BBVet) Wates mengambil sampel dari sejumlah sapi ternak milik warga
- Sampel diambil untuk mengetahui apakah terdapat banyak virus PMK dalam tubuh sapi dan seberapa tingkat infeksinya.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo melakukan pengambilan sampel terhadap sejumlah sapi ternak milik warga, Rabu (14/01/2026). Kegiatannya melibatkan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPP Kulon Progo, Yuriati menjelaskan pengambilan sampel dilakukan guna menyikapi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi milik warga.
"Sebab di Kulon Progo mulai bermunculan lagi beberapa kasus PMK," katanya ditemui di Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates.
Kasus baru
Yuriati mengatakan pengambilan sampel kali ini menyasar ke wilayah Kapanewon Wates dan Temon. Sebab di dua wilayah inilah banyak ditemukan kasus baru PMK.
Menurut data, hingga hari ini tercatat sebanyak 16 kasus aktif PMK di Wates dan 10 kasus aktif PMK di Temon. Seluruh sapi yang terpapar PMK saat ini dalam pengobatan dan kondisinya semakin membaik.
"Sejauh ini belum ada kematian yang dilaporkan, semoga tetap aman," ujar Yuriati.
Sampel diambil dari sejumlah sapi yang diternakkan oleh Kelompok Ternak Ngudi Makmur di Bendungan. Sampel yang diambil berupa cairan dari mulut dan hidung serta darah dari sapi tersebut.
Menurut Yuriati, sampel tersebut diambil untuk mengetahui apakah terdapat banyak virus PMK dalam tubuh sapi tersebut. Termasuk melihat seperti apa tingkat infeksinya.
"Kami juga ingin mengetahui apakah virusnya masih sama dengan 2022 lalu atau ada mutasi," jelasnya.
Muncul sejak sebulan lalu
Ketua Kelompok Ternak Ngudi Makmur, Subarman mengatakan virus PMK mulai muncul sekitar sebulan lalu dan mengenai 2 ekor sapi. Virus kemudian menyebar ke hampir 50 persen dari sekitar 70 ekor sapi yang ada di sana.
Gejala yang muncul seperti kurangnya nafsu makan dan minum dari sapi. Selain itu dari mulut dan hidungnya terus-menerus keluar cairan.
"Baru kali ini di wilayah kami ada sapi yang terpapar PMK," ungkap Subarman.(alx)
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Dinkes Kulon Progo Temukan 8 Kasus Positif Campak di Awal 2026, Mayoritas Menyerang Usia Dewasa |
|
|---|
| Dari Bungkus Tempe ke Baitullah, Tabungan 30 Tahun yang Diperkuat Nilai Manfaat |
|
|---|
| Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji Tepat Waktu, Kankemenhaj DIY Akan Pangkas Durasi Sesi Seremonial |
|
|---|
| TMMD Reguler ke-128 2026 Digelar di Sidorejo Kulon Progo, Sasar Pembangunan Fisik dan Perbaikan RTLH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PMK-Kembali-Merebak-DPP-Kulon-Progo-Ambil-Sampel-Sapi-Milik-Warga-di-Wates-dan-Temon.jpg)