Jembatan Darurat Penghubung Ploso-Donomerto Kulon Progo Mulai Dibangun
Jembatan darurat yang dibangun diharapkan agar jalur penghubung tersebut bisa dilewati kendaraan dan angkutan hasil pertanian
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jembatan penghubung jalan Ploso-Donomerto di wilayah Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, ambles pada Minggu (11/01/2026). Jembatan darurat sementara pun mulai dibangun.
Pantauan Tribun Jogja di lokasi pada Selasa (13/01/2026), sejumlah pekerja diterjunkan untuk membuat jembatan darurat. Pengerjaannya baru dimulai hari ini.
"Kemungkinan pengerjaannya memakan waktu 2 hari," kata seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Pengerjaannya termasuk mengangkat sisa badan jembatan yang ambles ke bawah. Adapun saat ini disediakan sejumlah batang kayu oleh warga setempat sebagai jembatan darurat untuk pejalan kaki.
Jembatan darurat yang dibangun diharapkan agar jalur penghubung tersebut bisa dilewati kendaraan. Sehingga memudahkan masyarakat setempat dalam mengangkut hasil pertanian.
"Nanti jembatannya dibuat dengan susunan kayu," jelas pekerja tersebut sambil menunjukkan batang-batang kayu berukuran besar.
Amblesnya jembatan tersebut membuat aktivitas warga jadi terhambat. Sebab jembatannya menghubungkan jalan yang jadi akses utama bagi warga, baik untuk petani maupun anak sekolah hingga warga yang akan bekerja.
Giyono (62), warga Padukuhan Donomerto, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan mengatakan jalan tersebut jadi akses tercepat untuk menghubungkan Kalurahan Banguncipto.
"Paling cepat ya lewat sini, sekarang karena jembatannya ambles harus memutar cukup jauh, sekitar 1 kilometer selisihnya," ujarnya.
Giyono menuturkan bahwa jembatan tersebut memang usianya sudah cukup tua. Seingatnya, jembatan itu dibangun sekitar tahun 1980-an dan belum pernah tersentuh perbaikan.
Amblesnya jembatan terjadi akibat derasnya arus Sungai Papah yang mengalir di bawahnya pada Minggu kemarin. Hari itu hujan turun deras dan berlangsung cukup lama.
"Jembatannya sendiri kondisinya memang sudah rapuh karena sudah banyak retakannya," jelas Giyono.
Ia pun berharap tak hanya dibangun jembatan darurat, tetapi juga jembatan permanen sebagai pengganti jembatan yang lama. Sebab nantinya warga bisa melintas lebih aman dan nyaman.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan telah meninjau kondisi jembatan tersebut pada Senin (12/01/2026). Ia langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk segera membangun jembatan darurat.
"Sebab wilayah ini akan memasuki masa panen padi, sehingga jembatan darurat dibutuhkan agar bisa dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian," kata Agung memberikan keterangannya.(alx)
| Lurah Garongan Jawab soal Tuduhan Pungli, Akui Terima Uang Rp300 Ribu Masuk ke Rekening Pribadi |
|
|---|
| Soal Dugaan Pungli Lurah Garongan, Bupati Kulon Progo Tegaskan Pengurusan Adminduk Gratis |
|
|---|
| BPJPH DIY-Jateng Dorong UMKM Kulon Progo Segera Ikut Sertifikasi Halal Secara Gratis |
|
|---|
| Dua Motor Adu Banteng di Kalibawang Kulon Progo, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Klarifikasi Lurah Garongan Panjatan Terkait Laporan Dugaan Pungli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jembatan-Darurat-Penghubung-Ploso-Donomerto-Kulon-Progo-Mulai-Dibangun.jpg)