Berita Sleman
Revitalisasi Tiga Pasar Tua di Sleman: Alasan Wisata dan Exit Tol Jogja
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mengajukan usulan revitalisasi pasar tradisional kepada pemerintah pusat.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Iwan Al Khasni
Terletak di wilayah utara Sleman.
Revitalisasi diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata karena kawasan utara Sleman dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan.
Pasar Pakem diharapkan menjadi pasar wisata yang mampu menarik pengunjung dengan konsep lebih modern, bersih, dan ramah wisatawan.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian & PerdaganganKabupaten Sleman, total pedagang aktif di pasar ini mencapai 731 orang, terdiri atas 83 pedagang kios, 527 pedagang los tetap, dan 121 pedagang los sementara.
Selain itu, terdapat 372 pedagang di luar dasaran yang turut menghidupkan kawasan pasar, menjadikannya sebagai salah satu pasar dengan jangkauan dan keberagaman komoditas paling luas di wilayah Sleman.
Bahkan, pedagang tidak hanya berasal dari Kapanewon Pakem, tetapi juga dari Kulon Progo dan Magelang, menambah variasi barang dan kuliner yang dijajakan.
• UGR Tol Jogja–Bawen Rp76 Miliar Tuntas di Magelang, Lanjut Awal 2026
Pertimbangan Revitalisasi
Mae Rusmi menjelaskan bahwa salah satu alasan utama pengajuan revitalisasi adalah usia bangunan pasar yang relatif tua.
Kondisi fisik pasar dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan agar tetap bisa berfungsi optimal.
Selain itu, revitalisasi juga mempertimbangkan potensi ekonomi dan pariwisata.
Pasar Pakem diarahkan untuk mendukung wisatawan, sementara Pasar Ngino dan Kebonagung diproyeksikan menjadi pusat perdagangan yang strategis dengan adanya akses tol baru.
Meski usulan sudah diajukan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman belum bisa memastikan kapan revitalisasi akan dilaksanakan.
Hal ini karena keputusan dan pendanaan sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
Mae Rusmi menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.
Target revitalisasi belum bisa ditentukan hingga ada kepastian dari pusat mengenai alokasi anggaran dan jadwal pelaksanaan.
| Ekosistem Kendaraan Listrik di Yogyakarta Kian Matang, Sleman Jadi Pasar Potensial |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran Paskibraka Sleman: Rp1,8 Miliar Dipangkas Jadi Rp682 Juta |
|
|---|
| Produksi Benih Ikan Sleman Tembus 1,52 Miliar Ekor: Nila dan Lele Mendominasi |
|
|---|
| Pesan Terakhir Pelawak Kondang Yogyakarta Bambang Rabies Sebelum Tutup Usia |
|
|---|
| Sterilisasi 40 Gereja Jelang Natal 2025 di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rencana-Revitalisasi-Tiga-Pasar-Tua-di-Sleman-Pasar-Ngino-Pasar-Kebonagung-dan-Pasar-Pakem.jpg)