Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi DIY Diperpanjang Hingga 19 Maret 2026

BPBD DIY menyebut perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi merupakan langkah antisipatif.

Tribun Jogja/bpbd diy
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY 

Ringkasan Berita:
  • BPBD DIY memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi.  
  • Perpanjangan kedua status siaga darurat ini terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 19  Maret 2026.
  • Kepala Pelaksana BPBD DIY,  Agustinus Ruruh Haryanta, mengatakan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi ini  merupakan langkah antisipatif.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi.  

Perpanjangan kedua status siaga darurat ini terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 19  Maret 2026.

Kepala Pelaksana BPBD DIY,  Agustinus Ruruh Haryanta, mengatakan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi ini  merupakan langkah antisipatif.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, Januari dan Februari 2026 merupakan puncak musim hujan.

Pada dasarian dua, curah hujan diperkirakan menengah hingga tinggi.

Sementara pada dasarian tiga curah hujan hingga menengah.

"Ini sudah perpanjangan juga terkait dengan SK Darurat ini  (status siaga bencana hidrometeorologi). Itu kan sebagai langkah antisipatif ya, bagaimana kita menghadapi bencana hidrometeorologi. Lebih bak kita siap daripada tergagap gitu lho," katanya, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Dampak Hujan Deras, Talut Sungai Gajah Wong di Baciro Yogyakarta Ambrol 

Waspada Bencana

Ia pun meminta masyarakat untuk melakukan identifikasi potensi bencana di lingkungan, baik secara mandiri maupun  komunal. 

Masyarakat diminta untuk mengamati pohon-pohon di lingkungan sekitar. Jika pohon rapuh bisa segera dipotong.

"Karena beberapa kali  kejadian pohon tumbang itu justru yang menimbulkan korban jiwa. Jadi kelihatannya kita agak menyepelekan ya, tetapi kemudian ternyata malah merenggut korban jiwa," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membersihkan saluran drainase di sekitar.

Sehingga jika curah hujan tinggi bisa masuk ke drainase dan mengalir  dengan lancar.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika di daerah sekitar mulai ada rekahan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved