Dampak Hujan Deras, Talut Sungai Gajah Wong di Baciro Yogyakarta Ambrol
Longsornya talut milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta ini dipicu oleh tingginya debit air sungai.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Yogyakarta pada Minggu (11/1/2026) siang hingga sore, memicu kejadian bencana.
Sebuah talut di kawasan bantaran Sungai Gajah Wong, atau tepatnya di RT 85 RW 20 Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, dilaporkan mengalami longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mengonfirmasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasar hasil assessment di lapangan, longsornya talut milik Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta ini dipicu oleh tingginya debit air sungai.
"Kami menerima laporan masuk pukul 16.48 WIB. Talud yang longsor memiliki dimensi tinggi sekitar 3,5 meter, panjang 22 meter, dan lebar 3 meter," ujarnya.
Melalui keterangannya, Kalak BPBD memaparkan, awalnya talut di sisi timur yang masuk wilayah Kabupaten Bantul, mengalami insiden longsor terlebih dahulu.
Baca juga: Laka Beruntun Tiga Kendaraan di Jalan Parangtritis Bantul, Diduga Akibat Sopir Truk Mengantuk
Hal tersebut, menyebabkan aliran arus sungai terdorong kuat ke arah barat, sehingga menghantam sekaligus menjebol talut di sisi wilayah Baciro, Kota Yogyakarta.
"Dampaknya, material longsor mengenai jalan inspeksi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) setempat, hingga berdampak pada Early Warning System (EWS) Sungai Gajah Wong yang berada di lokasi," jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun penyintas dalam peristiwa ini, meski akses jalan inspeksi di sekitar lokasi untuk sementara terganggu akibat material talut yang ambrol.
Sejak sore tadi, personel TRC BPBD Kota Yogyakarta bersama warga masyarakat, pengurus RT/RW, dan relawan langsung melakukan tindakan darurat.
"Langkah awal kami lakukan kerja bakti untuk menutup area longsor dengan dua lembar terpal. Ini penting untuk mencegah pengikisan lebih lanjut jika hujan kembali turun," tambahnya.
Pihak BPBD merekomendasikan adanya perbaikan permanen segera pada talut tersebut, mengingat fungsinya yang vital sebagai penahan jalan inspeksi dan pelindung kawasan pemukiman di bantaran sungai.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai pun diimbau tetap waspada, lantaran prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan hujan sedang hingga lebat masih berpotensi turun di wilayah Kota Yogyakarta. (*)
| PSIM Yogyakarta Punya Modal Bagus Lawan Malut United, Optimistis Akhiri Puasa Kemenangan |
|
|---|
| Pakar Gizi Unisa Ungkap Bahaya Kantong Kresek Buat Daging Kurban: Mengandung Zat Karsinogen |
|
|---|
| Roadshow ANTARIKSA UNISA Yogyakarta Edukasi Bahaya Judi Online di SMAN 1 Sedayu |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Dalami Tindak Pidana Lain |
|
|---|
| Pemindahan Vokasi UNY Wates Bisa Batal, Syaratnya: Kulon Progo Dukung Pengadaan lahan Pengembangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Talut-sungai-Gajah-Wong-longsor-1112026.jpg)