Evaluasi Wisata DIY, Praktik 'Nuthuk' Harga dan Pemaksaan Belanja Masih Membayangi

Laporan mengenai harga makanan dan sewa tikar yang menjebak wisatawan masih terjadi, terutama ketika tidak ada petugas yang berpatroli.

Tayang:
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
RAMAI - Suasana keramaian wisatawan yang memadati kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Sabtu (27/12/2025) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah lonjakan jumlah kunjungan wisatawan ke DI Yogyakarta pada awal tahun 2026, sejumlah masalah klasik masih menjadi catatan merah yang perlu dibenahi. 

Dinas Pariwisata DIY menyoroti masih adanya keluhan terkait harga sewa tikar yang tidak wajar (nuthuk) serta modus pemaksaan belanja oleh oknum kepada pelancong.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, mengungkapkan, meski keluhan soal tarif parkir tahun ini nihil, laporan mengenai harga makanan dan sewa tikar yang menjebak wisatawan masih terjadi, terutama ketika tidak ada petugas yang berpatroli.

Selain masalah harga, Ellya juga menyoroti praktik 'jebakan' di mana wisatawan diarahkan atau seolah dipaksa oleh oknum pengemudi transportasi lokal untuk mampir ke toko oleh-oleh atau kerajinan tertentu demi mendapatkan komisi.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan DIY Tembus 2,2 Juta: Wisata Alam, Budaya dan Wellness Daya Tarik Utama

Ia mengimbau wisatawan untuk berani menolak dan lebih jeli mengenali petugas resmi.

”Wisatawan itu kan sering ya, mungkin ada di destinasi wisata X, habis itu tahu-tahu diajak ke tempat pengrajin, terus dengan tanda kutip dia merasa dipaksa untuk berbelanja. Kalau seandainya dia sudah masuk jebakan, terlanjur ikut ke tempat pengrajin, ya sudah. Kalau seandainya tidak berniat membeli, tidak tertarik membeli, ya tidak usah membeli,” jelasnya.

Dispar DIY mengakui sulitnya memberantas praktik ini sepenuhnya karena keterbatasan personel. 

Namun, upaya edukasi terus dilakukan, termasuk menyediakan posko aduan TIC (Tourist Information Center) bagi wisatawan yang merasa dirugikan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved