Kunjungan Wisatawan DIY Tembus 2,2 Juta: Wisata Alam, Budaya dan Wellness Daya Tarik Utama
Jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berhasil melampaui target yang ditetapkan Pemda DIY
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Kunjungan wisatawan ke DIY selama masa Nataru 2025/2026 jauh melewati target yang ditetapkan Pemda DIY
- Berdasarkan data rekapitulasi dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total kunjungan wisatawan yang terdata melalui retribusi resmi mencapai lebih dari 2,2 juta orang.
- Angka riil di lapangan diprediksi jauh lebih besar mengingat banyaknya destinasi wisata berbasis masyarakat (Pokdarwis) atau kawasan terbuka seperti Malioboro yang tidak memberlakukan tiket masuk.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan kinerja positif pada pembuka tahun 2026.
Jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, sekaligus menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, mengungkapkan bahwa berdasarkan data rekapitulasi dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total kunjungan wisatawan yang terdata melalui retribusi resmi mencapai lebih dari 2,2 juta orang.
Angka ini jauh di atas target moderat yang dipatok sebelumnya di kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta wisatawan.
”Jumlah kunjungan wisatawan mulai tanggal 20 Desember sampai tanggal 4 (Januari), ya. (Tercatat) 2.270.228 wisatawan. Target kami kan 1,5 sampai 1,7 (juta wisatawan). Jadi, berbeda ya dengan pergerakan. Kalau yang 7 juta sampai 9 juta itu kan pergerakan wisatawan. Beda. Jadi, jangan miss. Jadi, memang ada perbedaan lho itu. Bukan lantas kami menargetkan 9 juta. Kalau itu kan memang informasi dari Dishub dan itu adalah pergerakan wisatawan,” ujar Ellya saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
Ellya menegaskan, angka 2,2 juta tersebut adalah data riil kunjungan ke destinasi beretribusi yang dikelola pemerintah kabupaten/kota (Dispar Kab/Kota).
Angka riil di lapangan diprediksi jauh lebih besar mengingat banyaknya destinasi wisata berbasis masyarakat (Pokdarwis) atau kawasan terbuka seperti Malioboro yang tidak memberlakukan tiket masuk.
”Ya, kalau jumlah kunjungan wisatawan itu kan ini ya, berdasarkan laporan dari Dispar Kab/Kota (Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota). Dispar Kab/Kota mencatat untuk kunjungan-kunjungan ke destinasi wisata yang retribusinya melalui Pemda. Tapi kan memang kita tahu ya, bahwa di Yogyakarta itu banyak yang dikelola masyarakat, yang biasanya hanya parkir, hanya biaya-biaya parkir. Nah, itu memang belum tercatat. Kalau pakai itu tercatat juga, mesti lebih dari itu,” tambahnya.
Sebagai perbandingan, pada periode libur akhir tahun 2024, jumlah wisatawan tercatat berada di angka 1,5 juta orang.
Kenaikan drastis ini menjadi sinyal kuat pulihnya kepercayaan wisatawan terhadap Yogyakarta sebagai destinasi unggulan nasional.
Baca juga: Libur Nataru, Perputaran Uang di DIY Meningkat Jadi 1,34 Triliun pada Desember 2025
DIY Mulai Bidik 'Wellness Tourism' di 2026
Tahun 2026 menjadi momentum bagi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menggeser paradigma pariwisatanya.
Tidak lagi sekadar mengejar kuantitas pengunjung, Dinas Pariwisata DIY mulai serius menggarap segmen Wellness Tourism (wisata kebugaran) sebagai upaya menuju Quality Tourism atau pariwisata berkualitas.
Tren ini dinilai relevan dengan kebutuhan wisatawan pascapandemi yang mencari ketenangan jiwa dan kesehatan mental.
Ellya Shari, menjelaskan bahwa tren wisata tahun ini masih didominasi oleh alam (nature), budaya, dan wellness.
| Kunjungan Wisatawan di Kulon Progo Selama Libur Lebaran 2026 Tembus Target 100 Ribu Orang |
|
|---|
| Mobilitas di Kawasan Malioboro Saat Long Weekend Paskah 2026 Capai Ratusan Ribu Pengunjung |
|
|---|
| 286.558 Wisatawan Padati Malioboro Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
| Kunjungan Wisata Pantai di Bantul Merosot, DPRD Minta Pemkab Segera Lakukan Evaluasi |
|
|---|
| Bukan Karena Tarif Retribusi, Ini Penyebab Turunnya Jumlah Wisatawan Saat Libur Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kunjungan-wisatawan-di-Pantai-Glagah-Kulon-Progo.jpg)