Bukan Karena Tarif Retribusi, Ini Penyebab Turunnya Jumlah Wisatawan Saat Libur Lebaran
Kunjungan wisatawan ke Bantul selama libur Lebaran 2026 menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2025
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Kunjungan wisatawan ke Bantul saat Lebaran 2026 turun drastis menjadi 80.333 orang, dari 144.085 wisatawan pada 2025.
- Penurunan dipicu kondisi ekonomi lesu serta minimnya inovasi dan daya tarik baru di destinasi wisata pesisir Bantul.
- Pemkab akan evaluasi pascalebaran, sementara DPRD mendorong peningkatan layanan dan pengembangan destinasi agar wisata kembali menarik.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kunjungan wisatawan ke Bantul selama libur Lebaran 2026 menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2025.
Selama tujuh hari libur lebaran terhitung mulai dari 18-24 Maret, kunjungan wisatawan ke obyek wisata di Bantul hanya sebesar 80.333 orang.
Sementara pada periode libur Lebaran 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah Bantul menembus 144.085 orang.
Terus apa yang menjadi penyebab turunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul tahun ini?
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi,mengakui bahwa pada libur Lebaran tahun ini, kunjungan wisatawan ke Bumi Projotamansari mengalami penurunan.
Menurutnya, penurunan kunjungan wisatawan ini dipengaruhi banyak faktor, dan bukan serta merta karena harga retribusi wisata sebesar Rp 15.000
"Faktornya saya kira bukan masalah harga tiket masuk karena di Gunungkidul juga sama harga tiketnya, dan tetap ramai kunjungan, artinya tidak satu satunya tarif retribusi itu menjadi faktor penurunan pengunjung," kata Saryadi.
Menurut Suryadi, salah satu faktor yang menyebabkan turunnya kunjungan wisatawan ke Bantul adalah ekonomi yang lesu.
Saat ini kondisi ekonomi sedang kurang baik, sehingga berdampak secara umum di berbagai lini.
Kemudian faktor lain yang mempengaruhi kunjungan wisatawan adalah daya tarik wisata di kawasan pesisir selatan Bantul yang monoton dan tidak ada yang baru.
Sementara di wilayah lain, baik itu di Gunungkidul maupun Kulon Progo cukup berkembang.
"Kita ibarat orang berdagang dengan jualan yang sama dengan pesaing sebelah ketika tetangganya banyak menu baru, destinasi baru, sementara kita masih tetap stagnan wajar kalau kemudian menjadi kalau dengan sebelah," terangnya.
Baca juga: Kunjungan Libur Lebaran di Bantul 2026 Turun 63 Ribu Wisatawan, Dinpar Ungkap Penyebabnya
Evaluasi Menyeluruh
Merespon turunnya kunjungan wisatawan ini, Suryadi mengaku pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Evaluasi ini akan dilaksanakan setelah momen libur lebaran usai atau setelah 29 Maret mendatang.
| Laga PSIM vs Persija Dipindahkan ke Bali, Ini Usulan Wali Kota Hasto Wardoyo |
|
|---|
| Remaja Asal Bantul Diduga Tewas Dianiaya, Sempat Disundut Rokok dan Digilas Motor |
|
|---|
| Geger Ular Langka 'Python Morph Tiger' Platinum Masuk Permukiman di Kampung Jenggotan Jogja |
|
|---|
| Warga Sleman Keluhkan Kenaikan LPG Nonsubsidi: Pemerintah Maunya Apa Sih? |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Bakal 'Lenyapkan' Kabel Udara, Siapkan Skema Ducting di 4 Zona Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sejak-H1-Idulfitri-2026-Ribuan-Wisatawan-Padati-Pantai-Parangtritis.jpg)