286.558 Wisatawan Padati Malioboro Selama Libur Lebaran 2026
Malioboro masih menjadi destinasi favorit wisatawan luar daerah untuk menghabiskan liburannya di DIY saat libur Lebaran 2026.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Malioboro masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang menghabiskan libur lebaran 2026
- Selama libur Lebaran, tercatat ada 286.558 wisatawan yang mengunjungi Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Malioboro masih menjadi destinasi favorit wisatawan luar daerah untuk menghabiskan liburannya di DIY saat libur Lebaran 2026.
Selama sepekan libur Lebaran 2026, terhitung mulai 18-24 Maret, tercatat ada 286.558 wisatawan yang berkunjung ke ikon wisata Kota Yogya tersebut.
Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada H+2 lebaran atau Senin (23/3/2026) dimana ada 78.127 pengunjung yang memadati Malioboro.
Kunjungan ke Malioboro ini mulai meningkat sejak 21 Maret 23.903 orang, lalu 22 Maret meningkat menjadi 56.975 orang dan 24 Maret 2026 sebanyak 70.709 orang.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni menyebut selama libur Lebaran, pihaknya menyiagakan petugas di lima titik penghitungan.Kelima titik itu yakni di utara Bank BPD DIY di Jalan Pasar Kembang, depan hotel D’Jogja, Nol Kilometer dari sisi timur, dan barat, hingga sirip kawasan di Jalan Suryatmajan.
"Keramaian pengunjung (Malioboro) biasanya terjadi pukul 17.00 hingga malam hari selama libur Lebaran. Kemungkinan, keramaian akan mencapai puncaknya 30 Maret," katanya, Jumat (27/3/26).
Baca juga: Aktivitas Merokok Sembarangan Dominasi Pelanggaran di Kawasan Malioboro Selama Libur Lebaran 2026
Magnet Utama
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru, menyampaikan, Malioboro-Tugu-Kraton (Gumaton) masih jadi primadona di libur Lebaran kali ini.
Oleh sebab itu, ia mengakui, peningkatan daya tarik di kawasan atau destinasi lain menjadi sebuah pekerjaan rumah, untuk memecah keramaian wisatawan.
"Memang kawasan Gumaton jadi magnet bagi wisatawan luar kota yang datang ke Yogya. Jadi, istilahnya 'belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro', begitu," terang Zandaru.
"Maka, kami juga berupaya untuk mengembangkan kawasan yang lain seperti Kotagede, kemudian Kotabaru, dalam rangka untuk memecah keramaian di Malioboro," urainya. (aka)
| Bus Wisata Dilarang Masuk, Pemkot Yogya Siapkan Pangkalan Becak dan Andong di TKP Senopati |
|
|---|
| Jogja 10K 2026 Kerek Okupansi Hotel Dekati 100 Persen, Buktikan Daya Tarik 'Sport Tourism' Inklusif |
|
|---|
| Sambut May Day, Elemen Masyarakat Gedongtengen Ikut Kawal Kondusivitas Kawasan Malioboro |
|
|---|
| Praktik Pijat Liar di Malioboro Jadi Fokus Penertiban, Petugas Sering Terlibat 'Kucing-kucingan' |
|
|---|
| Desentralisasi Akomodasi ke Kawasan Penyangga Jadi Strategi Pemerataan Ekonomi Pariwisata DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260327-Suasana-keramaian-di-Malioboro.jpg)