Satpol PP Tertibkan Puluhan PKL Liar di Malioboro, Pedagang Sate Paling Banyak Terjaring
Personel Satpol PP yang dikerahkan pun mengambil langkah tegas dengan menyita sarana prasarana milik pedagang.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Satpol PP Kota Yogyakarta merazia pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di kawasan Malioboro
- Puluhan pedagang terjaring karena dianggap melanggar aturan
- Dalam penertiban kali ini, personel Satpol PP menyita sarana prasarana milik pedagang
TRIBUNJOGJA.COM - Satpol PP Kota Yogyakarta kembali melakukan tindakan tegas terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di kawasan Malioboro, Selasa (30/12/25).
Dalam operasi penyisiran yang dilakukan dari ujung utara hingga selatan itu, petugas berhasil mengamankan puluhan pedagang yang kedapatan melanggar aturan.
Merespons aduan
Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, menuturkan, penertiban ini merupakan respons atas banyaknya aduan masyarakat dan wisatawan terkait aktivitas pedagang yang mengganggu kenyamanan.
"Tadi kami menertibkan total 24 PKL dari sepanjang Malioboro sampai Senopati. Dari jumlah itu, yang paling mendominasi adalah penjual sate, sebanyak 14 pedagang," ujarnya, Selasa (30/12/25).
Yudho mengungkapkan, para pedagang yang terjaring tersebut, selama ini kerap melakukan aksi "kucing-kucingan" dengan petugas.
Mereka biasanya mangkal di persimpangan atau sirip-sirip jalan yang berbatasan langsung dengan area pedestrian Malioboro, seperti di Simpang Dagen, Sosrowijayan, hingga Ngupasan.
"Begitu ada petugas datang, mereka langsung lari. Lokasi di simpang-simpang itu memang strategis buat mereka untuk kabur," jelasnya.
Selain masalah estetika dan tata ruang, keberadaan penjual sate di area pedestrian dikeluhkan karena asap pembakaran yang menyesakkan dada wisatawan.
Tak hanya itu, sisa-sisa bumbu, bungkus makanan, sampai arang yang masih menyala pun seringkali ditinggalkan begitu saja di lokasi berjualan.
"Selain asap, masalah utamanya adalah kebersihan. Bumbunya dibuang ngawur, bahkan tadi kami jumpai arang dan bekas pembakaran ditinggal begitu saja di tempat mereka jualan. Ini sangat mengganggu kenyamanan," tandasnya.
Sita sarana pedagang
Dalam penertiban kali ini, personel Satpol PP yang dikerahkan pun mengambil langkah tegas dengan menyita sarana prasarana milik pedagang.
Untuk penjual sate misalnya, petugas terpaksa menyiram anglo atau panggangan arang yang masih menyala dengan air sebelum diangkut ke Mako di kompleks Balai Kota Yogyakarta.
Selain peralatan sate, petugas juga mengamankan payung besar, kursi, hingga gerobak pedagang makanan lain yang kedapatan masuk ke area yang tidak diizinkan.
"Bagi pedagang yang ingin mengambil barangnya, silakan datang ke kantor untuk pendataan dan membuat surat pernyataan. Kami akan evaluasi, kalau masih ngeyel atau mengulangi lagi, tentu ada sanksi yang lebih berat, mungkin penyitaan barangnya akan lebih lama," tegasnya.
Lebih lanjut, berdasar hasil pendataan, mayoritas pedagang yang terjaring operasi kali ini berasal dari luar Kota Yogyakarta, bahkan ada yang dari luar DIY.
"Kalau sate, jelas rata-rata bukan warga Yogya. Dari KTP yang kami periksa, asalnya campuran, banyak yang dari luar daerah juga," pungkasnya. (aka)
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo Sore-Malam Hari Ini Kamis 23 April 2026 |
|
|---|
| Bahaya Laten Geng Sekolah Masih Mengintai Kota Yogyakarta, 'Solidaritas' Disebut Jadi Kedok |
|
|---|
| Wali Murid di Jogja Keluhkan Bobot Soal TKA Tak Merata, Disdikpora Beri Penjelasan |
|
|---|
| Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini Kamis 23 April 2026 dari St. Tugu |
|
|---|
| Praktik Pijat Liar di Malioboro Jadi Fokus Penertiban, Petugas Sering Terlibat 'Kucing-kucingan' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Satpol-PP-Tertibkan-Puluhan-PKL-Liar-di-Malioboro-Pedagang-Sate-Paling-Banyak-Terjaring.jpg)