Korban Selamat Laka Maut Bus Cahaya Trans Asal Sleman: Saya Terguling-guling di Dalam Bus

Purwoko menceritakan bus yang ditumpanginya itu melaju dengan kecepatan tinggi saat menikung ke kiri hingga oleng dan menabrak pembatas jalan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
KORBAN KECELAKAAN - Suasana di rumah duka, korban kecelakaan maut Bus PO Cahaya Trans, di Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Senin (22/12/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Purwoko, Warga Dusun Kebur Lor, Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman menceritakan detik-detik kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Semarang
  • Dalam peristiwa nahas tersebut, istri dan anaknya menjadi korban meninggal dunia
  • Purwoko mengaku sangat kehilangan, namun berusaha tegar dan berdamai menghadapi kenyataan dalam hidupnya

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Purwoko, korban selamat dalam kecelakaan maut Bus Cahaya Trans di Simpang Susun Krapyak Tol Semarang, menceritakan detik-detik peristiwa nahas yang dialaminya.

Warga Dusun Kebur Lor, Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Kabupaten Sleman itu, kehilangan buah hati dan istrinya, dalam insiden kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Malam dini hari itu, baginya bukan lagi sekedar pergantian waktu yang dingin melainkan titik awal dari mimpi buruk yang nyata. 

Purwoko tidak bisa lupa peristiwa kelam, ketika kecelakaan yang merenggut dua orang kesayangannya itu terjadi.

Ia bersama istri dan anaknya menumpang Bus Cahaya Trans dari Terminal Bubulak Bogor pada Minggu (21/12/2025) sore. 

Sebelum dan saat perjalanan, tidak ada firasat apapun.

Perjalanan berjalan lancar dari Bogor menuju Jawa Tengah, hingga tiba di Simpang Susun Exit Tol Semarang.

Saat kejadian ia sedang berbincang dengan istrinya.

Bus Oleng, Tabrak Pembatas Lalu Terguling

Bus oranye yang dikemudikan sopir pengganti itu melaju dengan kecepatan tinggi saat menikung ke kiri hingga oleng dan menabrak pembatas jalan.

Semua orang di dalam bus terpental ke kanan. 

"Setelah itu saya terpental ke sana, kemari, koprol. Saya di dalam bus terguling-guling dan terseret 50-an meter, sampai kulit punggung saya habis semua. Padahal saya pakai baju double, jaket kulit, semua sobek," kata Purwoko, sembari tangannya menunjuk bagian punggungnya yang penuh dengan perban, Selasa (23/12/2025). 

Baca juga: Pemakaman Pasutri Korban Laka Maut Bus di Tol Semarang: Satu Pusara Dua Jiwa

Saat kejadian, punggung yang terkoyak itu sama sekali tidak sakit.

Purwoko baru merasakan nyeri sekujur tubuhnya selang lima menit pascakejadian.

Apalagi melihat kondisi bus yang terguling. Teriakan dari dalam bus terngiang di mana-mana.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved