Disdik Sleman Hargai Keluhan Ortu Terkait TKA, Jadi Bahan Evaluasi Tim Penyusun Soal
Orang tua di Sleman mengeluhkan tingkat kesulitan soal Tes Kemampuan Akademisi (TKA) SD yang berbeda-beda.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Orang tua di Sleman mengeluhkan tingkat kesulitan soal Tes Kemampuan Akademisi (TKA) SD yang berbeda-beda. Hal itu dirasa merugikan siswa yang mendapatkan soal sulit.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi mengatakan soal TKA disusun oleh tim penyusun, baik di tingkat DIY hingga pusat.
Terkait dengan keluhan orang tua siswa, pihaknya menghargai dan menjadi bahan evaluasi tim penyusun soal ke depan.
"Untuk soal itu ada tim sendiri, itu adalah bapak ibu guru yang terpilih. Ya kita hargai (keluhan orangtua). Kemudian ini akan menjadi evaluasi, terutama untuk teman-teman penyusun soal. Terkait ada materi yang belum diajarkan, itu nanti juga perlu dievaluasi sejauh mana," katanya, Kamis (23/4/2026).
Ia menerangkan sebelum mengikuti TKA, pelajar di Sleman sudah mengikuti penguatan literasi, termasuk melalui tryout atau uji coba.
Menurut dia, pelajar di DIY, termasuk di Sleman mestinya sudah siap menghadapi TKA. Sebab, sebelum TKA dari pusat, pelajar di DIY sudah mengikuti Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD).
"Kita sudah melakukan penguatan literasi, soalnya panjang, harus dicermati, dan dianalisa. Kemudian di sekolah-sekolah juga sudah ada pelatihan-pelatihan, tryout di tingkat kabupaten sudah. Persiapannya sudah matang sebetulnya. Bahkan kalau di DIY sudah ada pengalaman ASPD. Jadi anak-anak kita sebetulnya lebih siap dibanding anak-anak di luar DIY," terangnya.
Mustadi menyebut pihaknya belum mendapatkan keluhan resmi dari sekolah maupun dari orangtua siswa terkait soal TKA.
Selama dua hari pelaksanaan TKA, kendala yang dialami seputar teknis, seperti jaringan internet yang sempat tersendat maupun listrik yang sempat padam.
Kendati demikian, seluruh permasalahan teknis dapat diatasi dan pelaksanaan TKA berjalan lancar.
"Pelaksanaan TKA di Sleman lancar. Kalau kendala teknis memang ada, ada yang listriknya njeglek (padam sebentar), tapi kan sekolah juga punya genset. Ada yang karena Wi-Fi. Tapi semuanya lancar. Kalau keluhan terkait soal TKA belum ada, hanya masalah teknis, dan bisa diatasi," tuturnya.
Keluhan orang tua siswa
Salah satu orang tua, Ita mengatakan putrinya mengikuti TKA sejak kemarin, Senin (22/4) dengan mata pelajaran Matematika.
Sementara pada Selasa (23/4), putrinya mengikuti TKA dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Ia menyebut tingkat kesulitan soal masing-masing anak berbeda-beda. Dari pengakuan putrinya, ada lima soal yang tidak bisa terjawab lantaran belum pernah diajarkan.
| Strategi Disdikpora Kota Yogyakarta Putus Rantai Kaderisasi Geng Sekolah |
|
|---|
| Bahaya Laten Geng Sekolah Masih Mengintai Kota Yogyakarta, 'Solidaritas' Disebut Jadi Kedok |
|
|---|
| TKA SD di Sleman Tuai Keluhan: Soal Dinilai Susah, Disebut Mirip Hendak Olimpiade |
|
|---|
| TKA Dianggap Tak Sesuai Kisi-kisi, Guru SMP di Jogja Beberkan Fakta di Balik Pembuatan Soal |
|
|---|
| Bisa-bisanya Ada Pinjol Telepon Ambulans untuk Tagih Utang Nasabah di Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Foto-Berita-Sleman-Hari-Ini.jpg)