Pemda DIY Imbau Masyarakat Manfaatkan Angkutan Umum dan Tertib Lalu Lintas Selama Nataru
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat memanfaatkan angkutan umum selama libur Nataru
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat memanfaatkan angkutan umum dan mematuhi aturan lalu lintas selama Natal dan Tahun Baru sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama di tengah meningkatnya mobilitas warga dan wisatawan.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru telah dilakukan sejak November melalui koordinasi lintas sektor.
Dinas Perhubungan bekerja bersama Forkopimda, Kepolisian, serta kementerian terkait untuk mengantisipasi dinamika lalu lintas selama periode libur panjang.
“Persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru sebenarnya sudah kami lakukan sejak bulan November. Dinas Perhubungan tidak bekerja sendiri, tetapi berkolaborasi dengan Forkopimda, Kepolisian, serta kementerian terkait, baik Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Perhubungan. Kami telah mengikuti berbagai rapat koordinasi, baik secara daring maupun luring,” ujar Chrestina.
Menurut dia, bersama Forkopimda DIY, Dishub juga menerima paparan dari Polda DIY terkait potensi situasi dan dinamika Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta, termasuk langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan untuk menjaga kelancaran transportasi.
Sebagai bagian dari pengamanan Nataru, Dishub DIY membuka posko terpadu yang terintegrasi dengan instansi lain.
Posko Dinas Perhubungan ditempatkan di sejumlah titik strategis, yakni kawasan Prambanan, Kantor Dinas Perhubungan DIY, serta Jembatan Bandara. Selain posko, patroli lalu lintas juga dilakukan secara intensif.
Dengan beroperasinya infrastruktur baru, termasuk jembatan baru, Dishub memberikan perhatian khusus terhadap potensi kemacetan.
Penataan dilakukan untuk memastikan tidak ada kendaraan berhenti maupun aktivitas berdagang di badan jalan.
“Kami memberi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kemacetan jika tidak ditata dengan baik. Tidak diperbolehkan ada pedagang atau kendaraan berhenti di badan jalan. Kami tetap mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, asalkan berjualan di area yang sudah disediakan, bukan di jalur lalu lintas,” kata Chrestina.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, Dishub DIY menyiapkan sejumlah kantong parkir, antara lain di Ketandan, Beskalan, kawasan selatan Pasar Beringharjo, eks Menara Kopi, serta Senopati dan Ngabean yang diperuntukkan bagi bus.
Dishub juga menegaskan larangan parkir di badan jalan dan akan melakukan penertiban selama masa libur Nataru.
Baca juga: Kisah Nelayan Asal Manado Hanyut 45 Hari hingga ke Perairan Papua, Doa Karles Akhirnya Dikabulkan
Angkutan Umum dan Keselamatan
Dishub DIY juga menyiapkan serta mempromosikan layanan angkutan umum menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), seperti rute Jogja–Borobudur dengan tarif sekitar Rp 20.000, Jogja–Pantai Baron, serta rute menuju kawasan wisata lainnya. Seluruh armada telah melalui ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan.
“Kami menargetkan zero accident selama Nataru. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan angkutan umum demi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi biaya,” ujar Chrestina.
| Sasar Kawasan Pasar Godean, Rute Trans Jogja Jalur 13 Diperpanjang hingga Stadion TGP |
|
|---|
| Desentralisasi Akomodasi ke Kawasan Penyangga Jadi Strategi Pemerataan Ekonomi Pariwisata DIY |
|
|---|
| Rekayasa Lalu Lintas HUT ke-80 Sri Sultan HB X: Daftar Penutupan Ruas Jalan dan 16 Kantong Parkir |
|
|---|
| Dishub DIY Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Malioboro saat Peringatan Yuswa Dalem Sultan HB X ke-80 |
|
|---|
| Sterilisasi Bus di Titik Nol Dinilai Efektif Urai Kemacetan Selama Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Malioboro-Malam-Hari.jpg)