Pemda DIY Terima 50 Becak Listrik, Jadi Skema Transisi Penghapusan Bentor

Bantuan becak listrik senilai hampir Rp1 miliar itu diterima langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hanif Suryo
BECAK LISTRIK: Sejumlah pengayuh becak menjajal becak listrik bantuan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (18/12/2025). Sebanyak 50 unit becak listrik tersebut disiapkan sebagai skema transisi penggantian becak motor (bentor) sekaligus bagian dari penataan transportasi ramah lingkungan dan pendukung pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

“Becak listrik ini adalah inovasi rekayasa yang lahir dari kendaraan tradisional. Kita menggerakkannya dengan tenaga baterai sehingga mampu menekan emisi karbon dan polusi di Yogyakarta secara signifikan,” ujar Bobby.

Ia berharap Yogyakarta dapat menjadi pionir dalam menghadirkan wajah baru transportasi wisata yang lebih modern dan tertib. Program ini diharapkan menjadi standar baru transportasi berkelanjutan yang menyelaraskan kebutuhan ekonomi rakyat, kenyamanan wisatawan, serta kelestarian lingkungan, tanpa melanggar aturan lalu lintas.

Di tingkat pelaku, perubahan itu mulai dirasakan langsung. Mamang, pengayuh becak yang telah menekuni profesinya selama 15 tahun, mengaku terkejut saat pertama kali menjajal becak listrik.

“Kalau dari pertama mencoba, jujur lebih enak ini. Rasanya lebih ringan bahkan daripada becak gowes biasa, praktis juga,” ujarnya.

Meski masih dalam tahap pengenalan awal, Mamang mengapresiasi fitur-fitur modern yang disematkan, seperti lampu sein dan indikator daya baterai. Baginya, perubahan ini sejalan dengan perkembangan zaman.

“Zamannya sekarang sudah semakin modern, jadi memang sudah saatnya beralih,” katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved