Pemda DIY Terima 50 Becak Listrik, Jadi Skema Transisi Penghapusan Bentor
Bantuan becak listrik senilai hampir Rp1 miliar itu diterima langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima bantuan 50 unit becak listrik dari PT KAI di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Nilai bantuan itu hampir Rp1 miliar.
- Kehadiran becak listrik diproyeksikan untuk menjawab persoalan keberadaan becak motor (bentor) yang selama ini dilarang.
- Sri Sultan berharap ada kemudahan untuk bengkel atau tempat perbaikan bila ada problem teknis. Ia tidak mau bantuan itu berakhir mangkrak.
TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai kota tujuan wisata, Yogyakarta terus mencari keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan karakter tradisionalnya. Salah satu jawabannya muncul dari becak listrik yang diharapkan memberi pengalaman baru tanpa menghilangkan identitas kota.
Upaya tersebut ditandai dengan diterimanya bantuan 50 unit becak listrik dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Becak listrik senilai Rp1 miliar
Bantuan becak listrik senilai hampir Rp1 miliar itu diterima langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (18/12/2025).
Penerimaan bantuan berlangsung dalam suasana yang tidak semata seremonial. Sri Sultan bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin bahkan menjajal langsung becak bertenaga baterai tersebut dengan berkeliling di area halaman Kepatihan.
Solusi masalah keberadaan bentor
Kehadiran becak listrik ini diproyeksikan sebagai bagian dari penataan transportasi kota, khususnya untuk menjawab persoalan keberadaan becak motor (bentor) yang selama ini dinilai menambah kepadatan dan ketidakteraturan lalu lintas.
Sri Sultan menegaskan, becak listrik ditempatkan sebagai solusi pengganti yang jelas arahnya. Skema yang disiapkan tidak hanya menghadirkan moda baru, tetapi juga menutup ruang bagi bentor yang dinilai tidak sesuai dengan tata kelola transportasi kota.
“Bantuan becak listrik ini jelas membawa manfaat sebagai pengganti. Skemanya, bentor milik warga diserahkan pada kami dan kami musnahkan. Harapan saya, ini bisa terealisasi dengan baik untuk mengurangi populasi bentor dan beban di jalan yang makin padat,” ujar Sri Sultan.
Kemudahan bengkel untuk perbaikan
Namun demikian, Sultan juga memberikan catatan penting terkait keberlanjutan pemanfaatan becak listrik tersebut. Ia tidak ingin bantuan berujung mangkrak akibat persoalan teknis yang tidak tertangani.
“Jangan sampai begitu ada problem teknis, akhirnya mangkrak. Saya tidak mau itu. Harus ada kemudahan untuk bengkel atau tempat perbaikan, termasuk melibatkan lembaga pelatihan teknis yang berpengalaman memproduksi becak listrik ini agar bisa kita perbaiki selama masih memungkinkan,” tegas Sri Sultan.
Nuansa baru pariwisata Jogja
Di luar fungsi transportasi harian, Sri Sultan berharap becak listrik mampu menghadirkan nuansa baru bagi pariwisata Yogyakarta. Moda ini dinilai lebih nyaman bagi wisatawan sekaligus meringankan beban kerja pengayuh becak, tanpa menghilangkan karakter tradisional yang menjadi daya tarik kota.
“Semoga ini membantu dan bisa memberikan nuansa baru bagi wisata maupun sebagai penghubung transportasi di Jogja. Ada kemudahan di sana,” pungkasnya.
Hingga kini, Pemda DIY masih terus melakukan kajian dan pengembangan desain mandiri becak listrik agar tetap memiliki ciri khas lokal, sekaligus mengedepankan teknologi modern yang berkelanjutan. Atas dukungan tersebut, Sri Sultan menyampaikan apresiasinya.
“Saya terima kasih sekali atas bantuan ini. Bantuan becak listrik ini jelas membawa manfaat,” tutup Sri Sultan.
Tanggung jawab sosial KAI
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa penyerahan 50 unit becak listrik merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Becak listrik tersebut merupakan hasil inovasi yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi modern.
| Jurus Hasto-Wawan Tangani Problematika Kota Yogyakarta dengan Rekonstruksi Sosial dan Gotong Royong |
|
|---|
| KA Tambahan Sempat Berhenti Mendadak di Kulon Progo Akibat Masalah pada Lokomotif |
|
|---|
| Saat Penyandang Disabilitas Mendapat Ruang Teristimewa Menyapa Sri Sultan HB X |
|
|---|
| Training Center dan Kantor Advokasi Penyandang Disabilitas Dibangun di DIY, Ini Tujuannya |
|
|---|
| Investor Pasar Modal di DIY Terus Bertumbuh, Tercatat ada 312.421 Investor per Januari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemda-DIY-Terima-50-Becak-Listrik-Jadi-Skema-Transisi-Penghapusan-Bentor.jpg)